Renungan 1 Juni: Krisis Aqidah-Akhlak Menghantui Umat!

Apa yang terjadi dan diberitakan oleh media massa belakangan ini sangat memprihatinkan. Lihat saja berita tentang perseteruan Adi Bing Slamet vs Eyang Subur. Kasus itu membuka mata banyak orang mengenai kehidupan sebagian selebritis tanah air. Tidak sedikit dari artis yang kerap tampil di televisi terjerat pada lembah hitam, kesyirikan. Meskipun hingga saat ini Eyang Subur masih membela diri dengan tidak mengakui tuduhan-tuduhan dari Adi Bing Slamet cs, tapi dari pengakuannya sendiri telah terbuka kebenaran bahwa Eyang Subur telah melenceng dari ajaran agama. Saat ditanya oleh Majalah Detik, apakah ia adalah paranormal? Eyang Subur menjawab, “Saya bukan dukun, paranormal, atau apalah namanya, saya hanya menjalankan amanah dari Eyang pengayom saya.” Siapakah Eyang pengayomnya? Patut dipertanyakan.

Dari perseteruan itu juga terungkap bahwa bukan hanya artis saja yang sering menjadikan orang-orang yang tidak mengerti agama sebagai ‘guru spiritual’. Para politikus dan pejabat negara juga kerap mengunjungi paranormal dengan harapan karir politiknya terus membaik. Hal ini seperti diungkapkan Ki Joko Bodo terkait kasus Eyang Subur seperti diberitakan Tempo pada Jumat, 29 Maret 2013.

Belum habis cerita soal Adi Bing Slamet vs Eyang Subur–dengan segala pengakuan soal praktik-praktik syirik–, di Bogor muncul berita yang tak kalah menggemparkan: Eyang Aswong! Ya, berita ini menjadi menggemparkan karena ditemukan uang palsu berjumlah Rp 1,2 triliun di rumah seorang paranormal. Paranormal ini mengaku bahwa uang itu hanya titipan dari seorang keturunan Bung Karno, yaitu Eyang Aswong. Akan tetapi, kebenaran dari pengakuan ‘dukun palsu pengedar uang palsu’ lewat modus penggandaan uang ini telah mendapat bantahan dari keluarga mantan Presiden RI pertama itu. Memang, hingga kini banyak yang masih mengidolakan Bung Karno sampai-sampai menganggap bahwa dirinya adalah titisan Bung Karno.

Belum lagi habis cerita tentang kedua Eyang itu, publik kembali disuguhkan berita yang memilukan: Klewang. Klewang ditangkap karena menjadi otak dari kejahatan yang dilakukan bersama geng motornya. Polisi mengatakan Klewang menjadi Raja Geng Motor karena ilmu kebalnya. Saat ditangkap, polisi menemukan jimat Klewang berupa tulisan arab di secarik kertas. Satu lagi bentuk kesyirikan yang marak di dalam masyarakat. Yang sangat memprihatinkan, anggota dari geng motor kriminal ini adalah anak-anak dan remaja usia belasan tahun. Dari satu kasus ini terungkap betapa akhlak anak-anak itu telah dirusak habis-habisan. Mereka menggunakan narkoba, merampok, berzina dan memperkosa. Anggota geng motor yang perempuan pun tak segan-segan ‘melayani’ laki-laki sesama anggotanya. Sungguh luar biasa rusak akhlaknya. Padahal, mereka baru berusia belasan tahun, belum duduk di bangku SMA.

Dari kenyataan-kenyataan ini, sungguh umat dihantui oleh krisis aqidah dan akhlak yang bisa membawa bangsa ini pada krisis multidimensi dan kehancuran. Sayangnya, elit petinggi negeri ini juga tidak bisa diharapkan untuk menyelesaikan problematika yang tengah terjadi. Karena mereka pun tengah menghadapi krisis akhlak yang tak kalah parah. Korupsi kian menggila dan seakan penuh drama dalam pemberantasannya. Lihat saja drama Century, Hambalang dan Impor Daging Sapi. Sangat memprihatinkan.

Oleh karena itu, kita harus menyadarkan diri kita, bahwa kita sedang berada dalam keadaan genting di mana masa depan umat dan bangsa dipertaruhkan saat ini. Gerakan dakwah tidak boleh redup sedikitpun untuk beramar makruf nahyi munkar! Fastabiqul khairat, Nasrun minallah wa fathun qorieb! [ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s