Dalam dzikir shubuh

dalam dzikir shubuh yang perlahan mengalun / kulihat tenang wajahmu membawa embun / sejuk memenuhi ruang-ruang rumah tak berhalaman.

aku bangkitkan raga dari peraduan / menyambut pelukmu di saat redup rembulan / mesra penuh kelembutan / tapi, matahari terasa cepat meninggi / hangat memecah sunyi / anak-anak mulai berlari-lari / entah menyambut siapa yang dinanti.

di celah jendela menyelusup cahaya mentari / memantulkan bayang mimpi-mimpi / seakan menuntut kita untuk segera menari / bergerak ke sana ke mari mencari arti / siapa kita di bawah rembulan dan mentari?

ah, merisaukan mimpi hanya akan membuat jiwa gelisah / kecup sajalah datar kening yang terhampar di wajah / sambil terus menjaga sejuk embun di dalam rumah / biar mimpi bergerak sendiri membawa jiwa yang pasrah / menuju sadar akan kasihNya yang melimpah ruah.

_teruntuk Dinda Dinar Gumilang, 26 Ramadhan 1433 H_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s