Menikmati Indomie, Menikmati Indahnya Kebersamaan dalam Kesederhanaan

***
Dalam beberapa hari ini, media banyak menyoroti penarikan produk Indomie di Taiwan. Menurut pemerintah Taiwan, yang disampaikan oleh banyak media massa, di dalam produk Indomie terdapat zat-zat yang membahayakan tubuh manusia. Zat yang membahayakan itu adalah Methylparaben atau Methyl P-Hydroxybenzoate (E218) yang digunakan sebagai pengawet pada produk Indomie.
Dari beberapa sumber dikatakan bahwa di Taiwan zat itu hanya digunakan untuk produk kosmetik agar tidak berjamur. Untuk informasi ini dapat dilihat pada berbagai situs berita. Terutama pada info sehatnya.
Karena itu, saya tidak ingin membahas soal itu lebih jauh di sini. Ramai pembicaraan soal Indomie, justru mengingatkan saya pada beberapa kenangan ketika saya dan teman-teman menyantap Indomie yang katanya mengandung zat berbahaya ini.
Pada Minggu (19/9), saya menikmati Indomie rebus bersama teman-teman di kampus. Dalam kesempatan kali itu, saya cukup menikmati Indomie rebus dengan sangat sederhana. Mungkin bukan Indomie rebusnya yang saya nikmati, tetapi kebersamaan dalam kesederhanaan saat itu. Saling berbagi meskipun hanya sedikit. Saya membayangkan di dunia yang lebih luas, alangkah indahnya apabila setiap manusia saling berbagi, tanpa kepentingan apa-apa, hanya ingin semua merasakan kebahagiaan yang kita rasakan meskipun hanya dalam semangkuk mie. Seperti kata Ones yang punk girl itu, “Buat apa kita bahagia kalau yang lain gak bahagia.”
Di samping kenangan itu, kawan jalan saya di Semeru juga menjadikan Indomie rebus yang saya masak sebagai bagian dari kenangannya yang tak terlupakan. Mie yang dimasak dengan semangat saling berbagi secara tulus, semangat untuk saling menjaga antara yang satu dengan yang lainnya.
Tapi, meskipun ada kenangan di dalamnya, kalaulah produk itu memang berbahaya untuk tubuh, rasa-rasanya perlu dipertimbangkan lagi untuk mengkonsumsinya di kemudian hari. Apalagi untuk berbagi bersama. Yang jelas, produk-produk makanan instan pastilah punya kandungan yang membahayakan tubuh apabila dikonsumsi berlebihan. Karena itu, sederhana sajalah dalam mengkonsumsi. Sederhana sajalah… Jika kita satu tubuh, manusia, untuk apa serakah.. Jika kita satu mulut, manusia, untuk apa saling sikut. Sederhana sajalah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s