Lebaran Lebih Baik Dengan Pangan ASUH

***
Ahad (25/7) sore, seorang anak menarik ayahnya untuk bersama-sama mendekati patung sapi. Tak menolak, sang ayah yang ramah itu langsung menuruti kemauan sang anak. Sambil terus meminum teh dalam kemasan, sang anak terus pula mengamat-amati patung sapi berwarna putih abu-abu. Tak lama kemudian muncul senyum dari wajah sang anak yang tertuju kepada ayahnya. Ternyata dilihatnya patung anak sapi yang lucu di bawah sapi induknya.
Di samping sapi, ada juga patung ayam yang sedang bertelur. Diamat-amatinya pula patung ayam itu oleh sang anak. Senyum kembali muncul dari si anak setelah tahu bahwa ternyata telurnya juga ada, telur sungguhan. Telur diletakkan di keranjang yang tergantung di pagar dekat patung ayam. Diliriknya pula buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah terbungkus apik di etalase. Sang anak nampaknya kurang tertarik dengan yang satu itu.
Patung-patung hewan ternak dan jerami kering yang menjadi alas benar-benar membuat si anak betah bermain-main di “Area Peternakan”, stand Departemen Pertanian RI yang turut andil dalam ajang The 1st Indonesia International Halal Business and Food (IHBF) Expo, yang berlangsung pada 23-25 Juli 2010 di Jakarta Convention Center (JCC).
Sang ayah yang sedari tadi mengawasi anaknya, juga tertarik melihat-lihat poster yang dipajang di dalam stand. Petugas stand dengan ramah datang menyapanya dan memberi sedikit penjelasan mengenai materi poster. Dari sedikit penjelasan itulah diketahui bahwa melalui stand itu Departemen Pertanian mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi pangan ASUH.
***
Pangan ASUH merupakan singkatan untuk pangan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Pangan yang aman, maksudnya pangan tersebut tidak mengandung bahaya-bahaya biologis kimiawi dan fisik atau bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Sehat, berarti mengandung bahan-bahan yang dapat menyehatkan manusia atau mengandung nilai gizi yang dibutuhkan manusia (baik untuk kesehatan). Utuh, tidak dikurangi atau dicampur dengan bahan lain. Tidak pula ada unsur pemalsuan. Misalnya, tidak ada pencampuran daging lain, seperti daging ayam dicampur daging bebek, atau daging sapi dicampur daging babi, dan sebagainya. Sedangkan pangan yang halal berarti diproses, disimpan, dan didistribusikan sesuai dengan kaidah agama Islam.
Pangan ASUH ini sudah menjadi komitmen dari pemerintah, khususnya Departemen Pertanian dalam menjamin keamanan pangan konsumen, khususnya hewan potong. Undang-Undang No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, diantaranya menjamin bahwa pangan asal hewan (PAH), terutama daging ternak, yang beredar di Indonesia harus memenuhi persyaratan ASUH tadi.
Bahan makanan asal hewan umumnya terdiri dari daging, telur dan susu yang merupakan produk makanan yang memiliki kandungan protein yang sangat dibutuhkan manusia. Makanan ini juga memiliki kalori, lemak, vitamin dan mineral yang hampir sempurna. Di lain pihak daging, telur dan susu mempunyai kelemahan karena sifatnya mudah rusak (perisable food) bila tidak dikelola secara baik dan benar bisa jadi malah menjadi sumber penularan penyakit hewan dan bukan tidak mungkin berakibat fatal bagi kesehatan manusia yang mengkonsumsi makanan tersebut. Karena itu proses produksi dan peredarannya harus diawasi dengan ketat.
Di Indonesia pengawasan ketat terhadap hewan dan bahan-bahan yang berasal dari hewan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia sudah diatur oleh pemerintah sejak zaman Hindia Belanda, disebut Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet). Bidang Kesmavet mempunyai peranan penting dalam mencegah penularan penyakit kepada manusia baik melalui hewan maupun bahan makanan asal hewan lainnya dan ikut serta memelihara dan mengamankan produksi bahan makanan asal hewan dari pencemaran dan kerusakan akibat penanganan yang kurang hygienis. Dengan demikian konsumen terhindar dari bahaya pencemaran penyakit dan keracunan (food borne disease dan food borne intoxication) dan memiliki jaminan ketentraman batin terhadap resiko penularan penyakit asal hewan.
Kendati sudah ada komitmen dari pemerintah, ternyata peredaran pangan yang tidak layak konsumsi dan berbahaya masih banyak ditemukan di pasaran. Sepanjang Ramadhan tahun ini misalnya, banyak berita tentang penemuan daging busuk yang dijual di pasar-pasar tradisional. Daging yang tak layak konsumsi itu dipajang di depan kios untuk dijual dengan harga lebih murah dari harga daging segar. Ada juga yang menemukan pedagang yang menjual daging ayam dan daging babi sekaligus. Hal ini tentu dikhawatirkan daging ayam akan tercampur dengan daging babi sehingga kehalalannya dapat diragukan. Yang lebih parah, daging sapi yang sudah hampir busuk dioplos dengan daging babi yang juga hampir busuk.
Sudah menjadi kebiasaan di Indonesia, menjelang Ramadhan dan Idul Fitri permintaan terhadap daging dan kebutuhan pangan lainnya meningkat beberapa kali lipat. Karena itu banyak pedagang-pedagang yang demi mereguk keuntungan berkali lipat bertindak curang dengan menjual daging yang tak layak konsumsi. Keinginan untuk merayakan kemenangan di hari yang fitri, bisa jadi ternodai kalau kita tidak hati-hati dalam memilih bahan pangan yang layak untuk dikonsumsi.
Jadi, untuk kemananan dan kehalalan, kita harus cermat dan teliti dalam membeli, jangan asal murah. Sedikit informasi, ciri-ciri daging dari hewan yang tidak disembelih atau hewan yang sudah mati sebelum disembelih, di antaranya warnanya lebih merah -tanda darah tidak keluar secara sempurna-, dan ada bintik-bintik pada daging. Jangan pilih daging yang tak layak konsumsi ini.
Untuk menjamin pangan asal hewan yang baik, pilihlah yang ASUH. Ciri-ciri daging yang ASUH adalah yang memiliki Nomor Kontrol Veteriner dan label ASUH. Label ini dikeluarkan oleh Departemen Pertanian untuk rumah-rumah potong hewan yang sudah memenuhi kriteria ASUH, seperti dalam proses alur produksinya yang menerapkan sistem kontrol semenjak dari farming (penggemukan hewan) sampai ke luar sebagai hewan potong. (fms)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s