Taman Suropati: Refreshing, Musik dan Jalan-Jalan

22 Agustus 2010. Minggu sore menjelang senja. Matahari merah senja di ufuk barat Jakarta dapat menjadi teman yang baik untuk bernostalgia tentang kita dan Jakarta, tentang cinta dan karya.
***

Reguk semangat hari. Jika dapat jangan lupakan itu Diponegoro, duduk-duduklah di Taman Suropati. Sambil mengingat-ingat siapa itu yang berjuang dengan pedang dan kuda, dengan jubah dan sorban. Begitulah. Dalam putaran sejarah, memang selalu ada kekalahan, ada pula kemenangan, dan ada pula waktu untuk permenungan. Bila sudut kamar begitu menyesakkan, jangan lupakan taman-taman hijau kotamu, kawan.
***

Siapkan langkah, mulailah melangkah. Hanya kamu yang dapat menggerakkan. Trotoar yang dibangun bukan untuk ban berjalan. Tapi untuk langkah-langkah kaki yang akan mempertemukan kerinduanmu dan sahabat di sekelilingmu, kawan.
***

Musik itu baik. Musik itu cantik. Musik itu.. menawarkan nostalgia kenyamanan yang tak tertandingi dalam sejarah kehidupan.
***

Musik itu menyatukan kita. Musik itu mempererat ikatan batin kita, ikatan batin antar generasi, antar bangsa. Musik itu membangkitkan nuansa kreativitas. Musik itu juga menawarkan cita-cita.
***

Musik itu … coba kau perhatikan, sesungguhnya merupakan penyampai pesan pencipta yang rindu kepada pendengarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s