Catatan* Kemerdekaan

***
Jauh hari sebelum kedua clash dalam sejarah kita, rakyat adalah tulang punggung, tiang utama Majapahit, Mataram, dan tulang belulang segala monumen peringatan, Tembok Raksasa Cina, Piramid Mesir, serta Borobudur.
Buku sejarah mana cukup halaman catatannya, sejarah selalu penuh nama-nama pujangga, raja dan pahlawan-pahlawan gugur demi bangsa, tetapi tak pernah lengkap.
Di zaman kerja paksa, rakyat membikin Anyer-Panarukan dengan air mata bangkainya. Di zaman romusha, Jepang menanam kapas dengan tangan rakyat kita. (Rakyat yang) dalam dua perang dunia tak tahu apa-apa.
Pada upacara kemerdekaan bangsa kita, selalu kita sebut nama-nama agung. Tetapi sejarah tahu berapa juta ember darah siapa ditenggak sudah demi hidup. Hari ini, marilah berdoa demi arwah!

Amin.

* Dikutip dari puisi Wiji Thukul, Catatan dalam Aku Ingin Jadi Peluru, IndonesiaTera, 2004.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s