Melawan Penindasan dan Rasa Takut

……. Entahlah apa yang menyebabkan aku jadi berbalik. Aku yang sering dirangsang pikiran-pikiran untuk memberontak, yang berulang kali berpikir memastikan ”bunuh saja orang-orang yang jahat itu, bunuh saja!” karena jengkel, karena benci, namun ternyata pada waktunya aku menggigil sendiri. Aku tidak sanggup menyaksikan orang dibunuh. Pada saat itu aku menolak maut dan memilih hidup.
Aku gelisah waktu itu. Kuatir kalau-kalau ada orang yang menelepon ke kantor polisi atau ke kantor polisi militer. Aku ngeri kalau-kalau sampai terjadi pertarungan yang lebih hebat antara kawan-kawanku yang diamuk emosi itu dengan alat-alat negara. Tapi untung tidak ada alat negara lain yang muncul. Kemudian aku tahu, bahwa Mura pernah dua kali menelepon ke kantor polisi, meminta bala bantuan. Tapi ternyata tak seorang pun bawahannya yang tunduk pada perintahnya. Dengan itu ternyata tidak semua bawahan tunduk pada atasan yang jahat pada atasan yang sewenang-wenang menyalahgunakan kekuasaan. Aku tahu reaksi yang lumrah pada setiap penguasa yang menghadapi perlawanan serupa itu, ialah berlindung di belakang penggunaan kekerasan, pengerahan polisi dan tentara. Tapi kami beruntung, karena pada saat yang genting itu baik tentara maupun polisi tidak ada yang datang menghadapi kami. Dan lebih beruntung pula, karena kami menjadi pihak yang menang. Amatlah penting kemenangan kami itu. Sebab akan berlainan julukan yang diberikan kepada kami, jika kami kalah, jika tindakan kami gagal, walaupun kami tetap memperjuangkan kebenaran. ”Pelanggaran” yang kami lakukan terhadap peraturan-peraturan yang berlaku itu tentu akan disebut pengkhianatan …….
Perlawanan ini tak ubahnya dengan percikan api yang menyentuh obat mesiu, reaksi spontan manusia yang membela kebebasan yang hatinya terluka oleh penghinaan orang-orang yang berkuasa.
……. perlawanan ini menandakan bahwa bangsa kita bukanlah bangsa yang lemah. Masyarakat kita mempunyai kekuatan dan harga diri.
Sekiranya perlawanan itu tidak terjadi, para pejabat dan pemeras akan terus merajalela, terus mencekik dan memeras, kami tidak akan terus berlegahati kendati sejenak saja.
Bagaimana juga, peristiwa itu telah terjadi. Kita telah menunjukkan perlawanan terhadap pemerasan. Dari sini, dari tempat kecil ini, kita mulai dengan kemenangan-kemenangan kecil-kecilan. Tapi mudah-mudahan menjadi modal buat mencapai kemenangan yang menyeluruh. Dengan demikian mudah-mudahan kita dapat mencapai cita-cita semula, kebahagiaan bangsa merdeka yang adil dan makmur, menghargai martabat sesama manusia.
……. perlawanan ini. Tidak penting siapa yang melaksanakannya, namun harus merupakan perlawanan manusia terhadap bentuk-bentuk pemerasan, terhadap rasa takut, terhadap penistaan martabat manusia. … ternyata rakyat jelata yang mulai melakukan tugas … ini, bersama-sama dengan para pemuda, sangatlah menguntungkan. Perlawanan ini telah dilakukan secara spontan oleh mereka yang tertindas dengan dibantu oleh para pemuda. Gerakan itu tumbuh dan berasal dari perasaan-perasaan tidak puas di kalangan rakyat yang hidup tidak berkecukupan serta merasa terkekang dan didesak terus oleh penindasan dan pemerasan. Ternyata mereka bukan rakyat yang mudah putus asa. Perlawanan itu timbul karena harapan-harapan dan mengandung optimisme yang besar, tak ubahnya seperti waktu kita mencetuskan revolusi melawan penjajahan.
NB: Potongan cerita dalam novel berjudul Royan Revolusi (halaman 322-324) yang ditulis oleh Ramadhan KH, diterbitkan oleh Gunung Agung  pada tahun 1986. Ditulis ulang dalam blog ini untuk mengenang Kerusuhan Tanjung Priuk / Kerusuhan Koja, Jakarta Utara pada April 2010 lalu. “Perlawanan ini telah dilakukan secara spontan oleh mereka yang tertindas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s