Simulasi Transaksi dengan Dinar dan Dirham di Pasar Ukazh

Seperti pasar pada umumnya, aneka macam barang berjejer memenuhi stand yang ada. Orang-orang ramai berkeliling dan melihat-lihat produk yang didagangkan. Jika tertarik, transaksi jual beli pun dilakukan. Namun, untuk produk-produk yang diinginkan para pembeli tidak membayarnya dengan rupiah, dollar, ataupun uang kertas lainnya. Pembeli mesti membayar dengan menggunakan dinar ataupun dirham. Tergantung dari harga produk yang juga dipricing dengan dinar dan dirham.
Suasana seperti  itu telah berlangsung di komplek Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Bogor selama tiga hari, yaitu pada 2-4 April 2010 yang lalu. Bahron Anshori, humas dari acara tersebut mengatakan bahwa acara ini digelar sebagai simulasi transaksi dengan dinar dan dirham. Selama ini, menurutnya sosialisasi mengenai penggunaan dinar dan dirham telah banyak dilakukan. Akan tetapi, penggunaan dinar dan dirham masih terasa asing di kalangan umat. Oleh karena itu di dalam acara tersebut, selain memasyarakatkan pentingnya penerapan sistem ekonomi syariah di Indonesia secara umum melalui rangkaian seminar internasional ekonomi syariah dan tabligh akbar dinar dirham, para pengunjung juga diperkenalkan bagaimana bertransaksi dengan menggunakan dinar dan dirham di bazar Pasar Ukazh.
Di samping itu, bazar Pasar Ukazh juga bertujuan meningkatkan promosi produk-produk unggulan umat dari berbagai provinsi ke tingkat pasar nasional maupun Internasional antar bangsa. Acara ini memang bukan hanya diikuti oleh jamaah dari Indonesia saja, tetapi juga dari negara tetangga yaitu Malaysia. Peserta yang hadir diperkirakan berjumlah sekitar 10 ribu pengunjung. Karena itu pula acara ini diharapkan dapat meningkatkan pengembangan jaringan kerjasama produksi dan pemasaran di antara umat yang hadir.
Produk-produk unggulan yang dipamerkan di bazar Pasar Ukazh meliputi garmen, busana muslim, batik, jas, Al-Qur’an, buku, majalah, kue-kue tradisional, jamu herbal, madu, handicraft, sepatu, tas, jasa bimbingan belajar, jasa koperasi, BMT, barang elektronik, hasil pertanian, dan koin emas dan dinar dirham.
Pasar Ukazh
Latar belakang pemilihan nama Pasar Ukazh pada acara ini adalah sebagai kilas balik hegemoni Pasar Ukazh yang sangat terkenal di semanjung Arabia sejak zaman pra-Islam. Pasar Ukazh merupakan pasar kuno yang paling terkenal di Semenanjung Arabia. Pasar tersebut tercatat untuk pertama kalinya pada 500 Sebelum Masehi. Pasar tersebut terletak diantara Thaif dan Mekah, tepatnya di kota Al-Athdia. Pasar terkenal diadakan bersamaan dengan pasar di Hadramaut. Pasar ini melebihi pasar lainnya, dalam kemegahan, hubungan dagang, manifestasi syair, kesukuan dan dikunjungi oleh suku Quraisy, Hawazin, Ghatafan, Aslam, Ahabish, Adl, ad-Dish, al-Haya dan al-Mustaliq.
Quraisy merupakan suku Arab yang terkenal, yang di dalamnya termasuk Nabi Muhammad s.a.w. mempunyai gagasan untuk mempunyai sebuah tempat orang Arab dapat berkumpul dan bersatu untuk melawan musuh. Mereka memilih tempat tersebut adalah Ukazh. Tempat tersebut merupakan pasar ketika para calon haji tiba di Mekah dan pergi selama empat bulan ke tempat tersebut. Orang Arab mempunyai bulan khusus yang selama itu disepakati oleh mereka untuk tidak menggunakan senjata atau memulai berperang. Terhadap mereka diberikan jaminan atas keselamatan di lingkungan kota tersebut untuk melakukan aktivitas dan berdagang.
Pada zamannya, pasar ini biasa diadakan pada 15-30 Dzulqai’dah. Para pedagang membawa barang menggunakan onta atau keledai menuju pasar Ukazh. Barang dagangan yang dijual pedagang Badui antara lain permadani, tenda, bulu domba, tembikar, peralatan, perhiasan, parfum, hasil bumi dan rempah-rempah. Di pasar Ukazh juga diadakan berbagai pertunjukan baik syair maupun nyanyian. Para penyair dan penyanyi datang ke Ukazh untuk berpartisipasi dalam lomba syair dan nyanyian tersebut. Menurut arkeolog Saudi yang telah mempelajari daerah ini, memperkirakan pasar Ukazh berakhir sampai 760 Sesudah Masehi.
Sebagai perbandingan terhadap mall yang modern, Ukazh tidak hanya menawarkan barang untuk dijual, tetapi pengunjung mempunyai banyak hal untuk dikerjakan disamping berbelanja. Mereka masing-masing memperoleh tantangan untuk membuktikan siapa yang terbaik sebagai pembuat syair di Arab. Mereka membanggakan prestasi sukunya dan mereka juga mencoba menyelesaikan perselisihan dan pertentangan antar suku. Sejak pasar dibuka, banyak aktivitas budaya di pasar tersebut membantu memelihara dan melindungi bahasa Arab, membantu menghasilkan syair-syair yang baik dan mendorong para penyair untuk menghasilkan syair lebih banyak. Nabi Muhammad s.a.w. mengunjungi pasar sebanyak tujuh kali dan mencoba untuk menjelaskan kepada orang Arab tentang Islam dipasar tersebut.
Tabligh Akbar Penggunaan Dinar
Acara lain selama Pasar Ukazh berlangsung di komplek Pesantren Al-Fatah yaitu diadakan syiar Islam berupa tabligh akbar bertema “Membangun Ekonomi Umat dengan Menerapkan Dinar dan Dirham”. Pembicara yang hadir di antaranya yaitu DR. Abdul Halim bin Abul Hamid, dosen Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas Multimedia Melaka, Malaysia. Abdul Halim menyatakan sistem ekonomi Islam dapat menyejahterakan manusia karena  prinsip dasarnya adalah saling menolong dan terhindar dari riba.
“Rata-rata umat seluruh dunia telah terjerat ke dalam praktik riba, tanpa menyadari bahwa perbuatan itu adalah haram,” ujar praktisi dinar dirham negeri jiran itu.
Untuk keluar dari jerat riba, salah satu upaya yang dapat dilaksanakan adalah menggunakan dinar (emas) dan dirham (perak) sebagai mata uang Islam dalam transaksi ekonomi syariah. Di mana mata uang itu lebih memiliki daya beli yang tetap dibandingkan dengan mata uang kertas yang sangat labil dan dapat merugikan pemegangnya sewaktu-waktu. (fms)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s