Pro-Kontra Fatwa Haram Merokok

Siapa yang tidak sepakat bahwa rokok dapat mengganggu kesehatan? Semua orang yang ditanya sangat sulit untuk menyatakan tidak. Hampir semua menyetujui kalau rokok itu tidak baik untuk kesehatan. Banyak argumentasi ilmiah tentang rokok yang dapat merusak kesehatan tidak ada yang dapat membantah. Maka tidak heran kalau perokok pun akan menyatakan bahwa rokok memang mengganggu kesehatannya.
Siapa yang tidak sepakat bahwa hukum merokok itu haram? Ternyata muncul banyak pendapat yang intinya mengutarakan ketidaksepakatan seperti yang terjadi setelah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram merokok.
Argumentasi yang dikeluarkan dalam menolak fatwa itu seringkali mengenyampingkan fakta soal kesehatan. Dalil-dalil penolakan yang dikedepankan misalnya soal hak individu perokok, nasib perekonomian buruh di pertanian tembakau dan pabrik rokok, sponsor rokok untuk pendidikan dan olahraga, serta pendapatan negara dari cukai tembakau.
Penolakan juga semakin kuat saat Majelis Tarjih menegaskan fatwa itu berlaku bagi seluruh aktivitas sosial industri rokok, seperti memberikan bantuan dana sosial untuk masyarakat, termasuk bantuan bagi yayasan sosial. Di samping itu juga termasuk pelarangan iklan, promosi dan sponsorship oleh industri rokok yang tujuannya untuk melindungi generasi muda bangsa yang justru menjadi sasaran ofensif iklan rokok.
Belum Menjadi Keputusan PP Muhammadiyah
Sementara itu, di tengah pro-kontra fatwa haram merokok dari Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin pada pertengahan Maret lalu di Surabaya menyatakan bahwa fatwa haram merokok belum menjadi keputusan final organisasi. Keputusan final dari fatwa haram merokok baru akan dibahas dalam pleno musyawarah nasional Majelis Tarjih dan Tajdid seluruh Indonesia yang akan digelar awal April di Malang Jawa Timur.
Namun demikian, dalam pers rilis yang dikeluarkan Majelis Tarjih pada 9 Maret lalu di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, dikatakan bahwa pelaksanaan fatwa haram merokok akan dibawa untuk dikukuhkan lebih lanjut dalam rapat Pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan dan Instruksi resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepada seluruh jajaran organisasi, lembaga-lembaga amal usaha seperti sekolah, universitas, rumah sakit, masjid dan berbagai fasilitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Di samping sosialisasi di dalam tubuh Muhammadiyah, fatwa ini juga akan disampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden, para Menteri terkait dan DPR, agar segera meratifikasi atau aksesi terhadap Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), termasuk penyusunan berbagai produk perundang-undangan lain yang terkait dengan pengendalian dampak tembakau. Indonesia kini merupakan satu-satunya negara di Asean yang belum meratifikasi FCTC, sehingga di dalam forum pembahasan FCTC, Indonesia tidak dihitung dan tak memiliki hak suara, kalah dengan Timor Leste, Kamboja, dan beberapa negara tetangga lainnya.
Majelis Tarjih juga mengharapkan agar para Menteri terkait dapat memikirkan perbaikan kehidupan petani tembakau, antara lain dengan membatasi import tembakau yang justru sangat menyengsarakan petani tembakau Indonesia. Di samping itu juga bimbingan untuk alih fungsi tanaman tembakau ke komoditi pertanian lain.
Fatwa Pesanan Asing?
Salah satu isu yang kemudian muncul dalam pro-kontra fatwa haram merokok yaitu istilah ‘Fatwa Pesanan Asing’. Mengenai hal ini, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan, Sudibyo Markus mengatakan dalam sejarahnya Muhammadiyah telah 20 tahun mengusulkan fatwa haram itu. Selain itu, seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah di Indonesia telah mengeluarkan larangan merokok di areanya.
Lebih lanjut, Sudibyo menjelaskan bahwa fatwa itu murni keluar dari Majelis Tarjih setelah menerima surat tembusan darinya melalui PP Muhammadiyah. Sementara mengenai dana bantuan asing untuk kampanye antirokok adalah kerjasama yang dikelola oleh Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat (MKKM), sebagai bagian dari program MKKM yang banyak.
“MKKM kan ada banyak kerjasama dengan luar negeri,” ujar Sudibyo Markus. Kerjasama yang telah terbangun antara lain dengan USAID dan WHO di bidang penanganan ancaman wabah flu burung, dengan AusAID, The Asian Foundation (TAF) dan World Vision International (WVI) dalam manajemen penanggulangan bencana, dengan UNICEF dalam perlindungan anak, dengan The Global Fund Geneva dalam penanggulangan malaria dan tuberkulosa, dan dengan The International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (The Union) di Paris dalam pengendalian dampak tembakau. Disamping itu Muhammadiyah juga terlibat dalam Global Humanitarian Platform di Geneva, yang merupakan jaringan kemitraan yang terdiri atas 40 Badan-Badan PBB serta LSM Kemanusiaan Internasional.
Sudibyo Markus juga menekankan, bahwa tidak ada masalah bagi Muhammadiyah melaksanakan berbagai bentuk kerjasama dengan luar negeri, seperti dengan The Union, The Global Fund, dan sebagainya sepanjang bantuan hibah tersebut disatu fihak benar-benar membawa manfaat bagi kemaslahatan masyarakat di bidang kesehatan, sosial dan ekonomi, apalagi bagi keluarga miskin, serta dilain fihak dilaksanakan sesuai dengan kode etik (code of conduct) internasional dalam kerjasama kemanusiaan, seperti akuntabilitas, netralitas dalam arti tak menjadi alat kepentingan politik tertentu, dan impartialitas dalam arti tak membeda-bedakan agama, suku, dan ras.
Mengenai dana yang sering disebut-sebut di banyak media, Sudibyo mengatakan bahwa memang benar ada dana untuk program anti rokok. Dana itu berasal dari The International Union Againts Tuberculosis and Lung Diseases. Nilai pelaksanaan programnya sejumlah US$ 393,294. Bantuan itu dikelola oleh MKKM untuk tujuan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah untuk konsolidasi komitmen di lingkungan internal Muhammadiyah.
“Memang salah satu konsolidasi yang baik adalah fatwa, cuma fatwa itu kan jelas oleh Majelis Tarjih,” ujar Sudibyo. Ia juga mengungkapkan bahwa rapat dari Majelis Tarjih sangat sederhana.
“Kalau fatwa dibiayi sekian itu sepantasnya 20 ulama dalam Majelis Tarjih studi banding keliling dunia ke Kairo, Al Jazair, Iran, Irak, Malaysia, Singapura. Dua puluh hari tidur di hotel bintang lima. Tentu tiga milyar pun kurang… Ini kan nggak bener. Jadi, nggak ada logikanya,” jelas Sudibyo dalam menanggapi ‘fitnah’ itu.
“Dan yang lebih tidak logis lagi, ini kan lucu Muhammadiyah menentang rokok kok dibayar. Logikanya kan harusnya kalau kita setuju rokok halal, lha itu baru bisa jadi kita dibayar oleh industri rokok. Ini kan bertentangan,” tegas Sudibyo.
Karena telah menimbulkan kontroversi, pada sidang Pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan pada tanggal 16 Maret 2010 di Jakarta diputuskan penghentian kerjasama antara MKKM dengan The Union. Kendati demikian, dalam surat keputusan itu disebutkan bahwa keputusan itu tidak berarti mengurangi dukungan Pimpinan Pusat kepada usaha MKKM dalam pengembangan Kawasan Tanpa Rokok.
Muktamar Tanpa Asap Rokok
Pada Muktamar Muhammadiyah ke-46 yang akan diselenggarakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bulan Juli 2010 yang akan datang, akan merupakan Muktamar Tanpa Asap Rokok, tanpa sponsor industri rokok. Sebelumnya Kampus UMY sudah lama mendeklarasikan dirinya sebagai Kampus Tanpa Asap Rokok.
Mengenai sponsor dari industri rokok, Sudibyo mengatakan keuntungan yang didapat perusahaan rokok selama ini adalah dari penderitaan masyarakat. Anak-anak menjadi pecandu, masyarakat miskin rela mengeluarkan uang untuk membeli rokok. Karena itu, menerima bantuan dari mereka (perusahaan rokok) sama artinya menerima bantuan dari kesengsaraan umat.
“Ini memang konsekuensi yang harus kami terima. Meski pada Muktamar Muhammadiyyah tahun 2005 lalu, di Malang, banyak spanduk dari perusahaan rokok berkibar, sekarang kami tidak memperbolehkan,” tegas Sudibyo.
Sudibyo Markus juga mengatakan bahwa Panitia Muktamar Muhammadiyah ke-46 akan mengawasi para perokok di area Muktamar berlangsung. Dalam muktamar yang diselenggarakan di Yogyakarta tersebut, menurutnya panitia akan menurunkan sejumlah relawan untuk memantau para perokok. Relawan yang terdiri dari para pemuda Muhammadiyah ini akan menegur para peserta atau pengunjung yang kedapatan merokok.
“Akan ada relawan yang mengingatkan dengan santun, ‘Tolong Anda Jangan Merokok’. Mungkin nanti ada yang lupa, habis makan kebiasaan selalu merokok,” tutur Sudibyo.
Sebagai gambaran, lanjut dia, dalam muktamar nanti akan dihadiri 5.000 peserta resmi dan ratusan juta pengunjung dan penggembira. “Mereka semua tidak boleh merokok selama berada di area muktamar,” imbuhnya. Ia berharap, fatwa tersebut dapat menjadi landasan syariah bagi warga Muhammadiyah untuk tidak merokok.
Muhammadiyah sangat memahami betul bahwa pelaksanaan fatwa haram merokok ini memerlukan sosialisasi, waktu dan proses bagi beberapa pihak. Sehingga bagi perokok yang menjadi korban dari zat adiktif dan merusak ini dapat mengusahakan untuk berhenti merokok dengan menggunakan fasilitas konseling yang akan diberikan oleh pelayanan kesehatan Muhammadiyah.
Di samping itu, bagi para petani tembakau juga dihimbau secara perlahan-lahan untuk mengganti komoditas pendapatan tembakau mereka menjadi tanaman lain yang lebih menguntungkan dan menyehatkan. Beberapa Universitas Muhammadiyah terkemuka, bekerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, akan mengadakan penelitian terhadap kehidupan petani tembakau, dan secara bertahap mengalihkan kegiatan usaha tani lain yang lebih membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan Muhammadiyah dapat membantu terwujudnya pribadi, keluarga, masyarakat serta lingkungan hidup yang sehat. Sehingga, kesehatan individu masyarakat dan bangsa tidak harus ditundukkan pada kepentingan ekonomi sesaat yang harus dibayar mahal dengan penurunan kualitas kesehatan masyarakatnya. (fms)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s