Mempertanyakan Kesetaraan Gender Di Tugu Tani

***

Aku hanya diam saja mendengarkan kamu nyerocos terus tentang isu-isu berbau kesetaraan gender dan aliran-aliran dalam feminisme. Kamu bicara soal konstruksi sosial dan budaya, pembagian peran yang tidak adil, penindasan dalam pendidikan dan berbagai bidang kehidupan terhadap perempuan. Sampai di simpang Tugu Tani, aku cuma mengarahkan kamera. Terserah kamu mau ngomong apa, di sana perempuan tetap setingkat di bawah laki-laki: petani bersenjata dan gundik baru merdeka… Jangan marah… Aku sayang kalian, Sayang!
Jika saling mengerti, bukankah tidak perlu ada perasaan untuk saling mendominasi. Kesetaraan dicukupkan saja pada kesaling-mengertian. Tidak perlu teori-teori dari perguruan tinggi yang penuh keraguan. Bagaimana kalau lanjutkan saja perjalanan ini?
Tunggu dulu… Apa iya tugu itu ditujukan untuk mengekalkan posisi perempuan Indonesia yang setingkat di bawah laki-laki?
Sudahlah, tak perlu kamu pertanyakan itu. Teori-teori telah membuatmu tenggelam dalam prasangka-prasangka belaka. Mari  jalan bersama, ujilah teorimu dalam hentakkan langkah Aku dan Kamu. Hingga kelak menjadi Kami, menjadi Kita yang setara dalam kesalingmengertian antara… dalam semesta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s