Gaya Hidup Green-Kyai (Kyai Ramah Lingkungan)

***

Saya dan Yudi (salah seorang wartawan majalah Islam) masih mengeluhkan panas matahari yang menyengat. Badan kami sudah basah kuyup dengan keringat yang terus mengalir. Sementara kami tetap mengeluh, orang tua bersepeda melintas di samping kami. Pakaiannya serba putih, membawa payung dan bungkusan plastik yang entah apa isinya.
Keluhan berubah dan menyerempet ke arah pergunjingan (memang waktu itu kami telah membahas soal infotainment yang menggila). Tentunya pergunjingan yang positif mengenai orang tua yang lewat tadi. Pikiran-pikiran saya mengenai orang itu adalah sebagai berikut.
Pertama, soal sepeda. Sebutlah ia Kyai atau Ulama di perkotaan, jarang yang saya lihat mengendarai sepeda di tengah kota. Jika ia telah terkenal, walau hanya di tingkat RT, kadang minta dijemput dengan minimal menggunakan sepeda motor. Sementara orang yang berpakaian ala Ulama ini mengendarai sepeda di tengah teriknya panas matahari di sekitar silang Monas. Partisipan aksi di Mahkamah Konstitusi dari ormas-ormas Islam saja yang saat itu sedang melakukan aksi (UU Penodaan Agama) tidak ada yang terlihat menggunakan sepeda. Kalau dikaitkan dengan isu global warming, tentunya ulama yang satu ini sudah mengkampanyekan soal gaya hidup yang ramah lingkungan, bersepeda. Dengan bersepeda tentunya akan mengurangi emisi dibandingkan dengan menggunakan kendaraan bermotor pada jarak yang relatif tidak begitu jauh.
Kedua, soal payung. Bukan hanya soal sedia payung sebelum hujan. Payung ini juga dapat digunakan untuk mengurangi panas atau cahaya matahari yang menyengat. Sehingga tidak lagi perlu hanya mengeluh soal panas yang memang nyata rasanya. Daripada akan muncul keluhan-keluhan, rasanya lebih baik diredam dengan solusi membawa payung. Di samping juga cuaca yang memang tidak menentu. Jadi, saat panas tidak mengeluh dan saat hujan pun tidak perlu mengeluh. Tinggal klik, payung terbentang hatipun tenang.
Ketiga, soal pakaian putih-putih. Pakaian serba putih ini sangat sederhana namun penuh makna. Warna putih dikatakan oleh ahli fisika dapat ‘menangkal’ panas sinar matahari. Oleh anak kimia, penggunaan warna putih juga dikatakan sebagai gaya hidup yang ramah lingkungan, karena dapat meminimalisir penggunaan zat pewarna bagi kain yang limbahnya akan berdampak pada lingkungan.
Keempat, soal bungkusan plastik. Saya coba berprasangka baik. Barangkali isinya adalah bekal perjalanan. Hidup hemat dapat mengurangi pencemaran. Karena pencemaran lingkungan, misalnya sampah, berbanding lurus dengan jumlah konsumsi warganya. Semakin tinggi konsumsi maka semakin tinggi pula sampah yang dihasilkan. Namun demikian, plastik hitam itu memang tidak direkomendasikan untuk membungkus makanan. Tapi secara subtansi, yaitu hidup hematnya inilah yang perlu ditiru.
Dari keempat hal itu, saya menyebutnya sebagai Green-Kyai, label yang belum tentu ia senangi. Label itu tentunya bukan untuk membatasi dirinya tetapi sekedar untuk memudahkan saya mengingat orang yang begitu banyak hikmah yang dapat diambil darinya, kezuhudannya, memalingkan dirinya dari kemapanan duniawi yang tidak banyak dimengerti oleh kebanyakan orang.
Dengan kezuhudannya ia lebih memilih sepeda dibandingkan dengan sedan mewah yang barangkali mudah untuk dibelinya. Dengan kezuhudannya ia lebih memilih pakaian putih sederhana dibandingkan dengan pakaian mewah penuh warna yang barangkali sangat kecil baginya untuk membeli berpotong-potong pakaian mewah. Dengan kezuhudannya ia lebih memilih hidup hemat dibandingkan dengan berboros-boros yang dapat menambah beban bagi kelestarian lingkungannya.
Wassalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh Pak Kyai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s