Melongok Aktivitas Dakwah di Masjid Islamic Center Washington DC

***

Washington DC merupakan ibukota dari salah satu negara sekuler, Amerika Serikat (AS). Di jantung ibukota negara sekuler ini, Massachusetts Avenue, terdapat Masjid Islamic Center yang berdiri megah. Prinsip sekuler dan liberal yang dianut oleh AS tentu menjadi tantangan tersendiri bagi aktivitas dakwah Masjid Islamic Center. Lantas, bagaimanakah aktivitas dakwah di sana?
Masjid Islamic Center berdiri sejak tahun 1947 dan dibuka untuk umum pada tahun 1952. Ketika dibuka, masjid ini menjadi tempat ibadah terbesar bagi umat Islam di Belahan Barat AS. Gagasan pembangunannya pertama kali lahir pada tahun 1944, di mana pada saat itu tidak ada satu pun masjid di ibukota AS. Berdirinya masjid ini tidak terlepas dari upaya bersama umat Islam di Washington dan duta besar negara-negara Islam yang ada di sana.
“Duta besar Turki pada waktu itu membahas kemungkinan Amerika khususnya kota Washington DC memiliki tempat bagi umat muslim untuk mempraktekkan agama mereka di AS, dan hal inilah yang menjadikan bagaimana masjid tersebut bisa eksis,” demikian kata Imam Abdullah M. Khouj, Direktur Pusat Islamic Center kepada Islam Online.net yang dikutip Eramuslim.com. Islamic Center ini dikelola oleh dewan direksi yang terdiri dari semua duta besar dari negara-negara Islam yang terakreditasi ke Amerika Serikat.
Mengenai aktivitas dakwahnya, Imam Khouj mengatakan bahwa di dalam penyebaran pengetahuan tentang Islam dilakukan sebagaimana yang diajarkan Al Quran, yaitu melalui kebijaksanaan dan bimbingan yang baik. Melalui pendekatan dakwah yang menekankan kebijaksanaan dan bimbingan yang baik, aktivitas dakwah di Masjid Islamic Center telah berhasil menambah jumlah muslim di AS.
“Kami memiliki sejumlah besar orang yang masuk Islam di sini setiap bulan,” kata Imam Khouj. “Kami membuat suatu seminar bagi para mualaf, untuk terlibat dalam agama baru mereka, sehingga mereka memahami dan memiliki visi yang jelas, bukan hanya mengikuti metode-metode tertentu.”
Selain menjadi tempat keagamaan, Masjid Islamic Center yang merupakan masjid tertua dan bersejarah di Washington DC juga ditujukan sebagai pusat kegiatan untuk setiap muslim di daerah tersebut dan di daerah sekitarnya. “Kami berusaha untuk menjadi sebuah tempat pendidikan, budaya dan pusat sosial selain menjadi tempat keagamaan,” kata Imam Khouj.
Untuk mencapai tujuan menjadi tempat pendidikan, di masjid ini juga terdapat perpustakaan besar dengan segala macam buku tentang Islam, dan memiliki kelas-kelas untuk pelajaran  Bahasa Arab, Al-Qur’an, hukum Islam dan mata pelajaran lain yang terkait agama Islam. “Sayangnya, ruang di Islamic Center tidak memungkinkan kita untuk membangun sekolah di sini, tapi kami berhasil mengatur kelas Sabtu dan Minggu untuk enam kelas.”
Dalam bidang sosial, masjid ini juga terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat serta pemecahan masalah yang dihadapi umat. “Kami melakukan konseling perkawinan, kami membantu orang memahami prosedur pemakaman dan penguburan, kami mencoba untuk membantu orang-orang yang belum menikah untuk menikah,” kata imam Khouj. “Kami membeli sebuah kuburan besar dan tersedia bagi umat Islam untuk menguburkan orang yang meninggal secara gratis, karena biaya pemakaman di sini di Amerika Serikat sangat mahal.”
Dalam perkembangannya, Islamic Center tidak hanya dikunjungi oleh penduduk Muslim AS, tetapi juga oleh banyak non-Muslim untuk mencari dan menimba ilmu pengetahuan tentang Islam. Di antara non-Muslim yang berkunjung adalah para pejabat Departemen Luar Negeri yang akan berdinas di dunia Islam atau para pelajar yang akan belajar di negara-negara Muslim. “Mereka datang ke Islamic Center dan kami memberikan ceramah serta seminar mengenai situasi di Timur Tengah dan apa yang diharapkan dan bagaimana berperilaku di sebuah negara Islam,” jelas imam Khouj.
Di samping aktivitas dakwah di dalam masjid, Islamic Center juga melaksanakan aktivitas dakwah di berbagai tempat. “Kami memiliki peserta untuk membantu kami mengirimkan paket buku ke lembaga-lembaga di seluruh AS, khususnya di penjara-penjara di mana orang ingin tahu tentang Islam,” katanya. “Kami mengirim banyak orang ke sekolah, organisasi dan penjara untuk memberikan kuliah tentang Islam.” Khouj percaya bahwa menyebarkan pesan-pesan Islam adalah peran utama dari setiap masjid. (era/fms)

3 Comments Add yours

  1. nurlaila kemal hasyim says:

    i’m a muballighah.my dream is come,to washington DC, learning in the beautiful islamic centre there and being teacher there.now i try to find someone that can help me come to washington DC,then to do my Ph.D research about hadith teaching.may Allah help me to find it.Amiin.

    1. sacafirmansyah says:

      Amiin, i hope you will be find someone that can help you to come to washington DC and finishing your research in there.

  2. mekah says:

    Attractive section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I get actually enjoyed account your blog posts.
    Anyway I’ll be subscribing to your augment and even I achievement you
    access consistently quickly.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s