Lingkaran Setan Terorisme

Pada tahun-tahun awal milenium ke tiga, 11 September mengingatkan manusia dunia pada sebuah tragedi kemanusiaan, Terorisme. Terorisme pun pada tahun-tahun selanjutnya selalu diasosiasikan pada aksi segolongan muslim “garis keras” yang dianggap “salah jalan” karena mengingkari demokrasi dan kemanusiaan. Karenanya bagi sebagian orang muncul pandangan adanya skenario memerangi dan menghancurkan kaum muslimin dunia yang pada akhirnya memunculkan anggapan pula bahwa perang yang dikumandangkan Bush di Afgan dan Irak adalah perang agama. Apalagi Bush pernah berujar soal perang suci dan poros setan.
Terlepas dari isu perang suci, cara-cara penyelesaian terhadap kasus-kasus terorisme hampir selalu dilakukan dengan mengedepankan cara-cara kekerasan sistematis yang jelas-jelas mengingkari demokrasi dan kemanusiaan itu sendiri. Padahal, hampir semua pemikir bersepakat bahwa masalah utama dari aksi-aksi terorisme adalah ketidakadilan global yang selama ini telah diterapkan oleh negara-negara barat. Dengan demikian, cara-cara kekerasan sistematis oleh suatu negara dalam menanggulangi terorisme tentunya tidak menyentuh akar masalah yang ada, yaitu masalah ketidakadilan global dan pemiskinan.
Cara-cara kekerasan hampir selalu dipastikan akan melahirkan aksi-aksi kekerasan pula. Di akhir film “The Kingdom” misalnya, digambarkan adanya kesadaran bahwa cara-cara kekerasan (yaitu penumpasan kelompok teroris oleh agen Amerika di Saudi) pada akhirnya menyisakan dendam pada keturunan mereka yang ”ditumpas”. Aksi penumpasan yang dilihat oleh keturunan kelompok “teroris” ini bisa jadi merupakan pendidikan dini dari aparat negara dan agen-agen asing dalam menjelaskan makna kata penindasan dan kekerasan bagi kerabat dan keturunan kelompok ”teroris”. Dengan demikian, akan terbentuk lingkaran setan kekerasan dan terorisme antara terorisme kelompok orang dengan kelompok lain/negara dengan terorisme negara kepada sekelompok orang yang dianggap teroris. Dalam akhir film itu ada pesan dari mereka yang terbunuh bahwa kemenangan di antara salah satunya, yaitu negara ataupun teroris itu adalah dengan menumpas habis salah satunya. Dengan demikian, barangkali selesailah semua…
Di Indonesia, pasca teror bom JW Marriot Jilid 2 tersusun drama reality menarik mengenai perburuan terorisme yang terekspos secara vulgar di media televisi. Perburuan teroris oleh aparat negara terkesan sebagai aksi terorisme balasan yang membabi buta. Terutama terkait dengan “penangkapan” di Temanggung. Sementara itu, aksi ”penumpasan” di Jati Asih (Bekasi) masih misteri. Yang jelas mereka yang ”dianggap” teroris berhasil ditumpas dengan beberapa barang bukti yang ’ditemukan’. Terlepas dari isu pelanggaran HAM yang dilakukan aparat, aksi-aksi tersebut telah menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa negara dengan aparatnya juga bisa melakukan teror kepada para teroris. Selain itu, juga mengisyaratkan bahwa kekerasan dan pembunuhan kepada mereka yang ”dianggap” teroris adalah benar. Oleh karena itu, tidak heran apabila masyarakat selanjutnya saling curiga dan bertindak berlebihan terhadap mereka yang ”dianggap” teroris atau dekat dengan teroris. Namun demikian, untunglah aksi berlebihan itu tidak berujung seperti aksi-aksi penumpasan PKI. Dan semoga tidak menimbulkan dendam yang mendalam bagi keturunan dan kerabat dari mereka yang ditangkap dan ditumpas tanpa pengadilan.
Penyelesaian masalah terorisme dengan jalan teror dan kekerasan oleh negara tentunya tidak dapat dibiarkan berjalan begitu saja. Karena bila itu dibiarkan akan mengekalkan lingkaran setan teror dan kekerasan. Perlu ada upaya untuk memotong lingkaran setan itu dan menggantikannya dengan alternatif penyelesaian yang lebih menyentuh akar masalah, yaitu penanggulangan kemiskinan/pemiskinan dan ketidakadilan. Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya. Cerdaskan rakyat dan ciptakan kesejahteraan umum. Perangi korupsi dan berikan keadilan bagi semua! Jika tidak, mengutip Iwan Fals: BUBARKAN SAJA NEGARA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s