Aku Benar-benar Terlelap dalam Gelap!

dsc04273
***
Seorang teman mengirimkan SMS kepada saya, “Tidak semua terang aku sukai. Sebab gelap tempatku terlelap tak boleh mati”. Saya tidak tahu apa alasan dan dalam kondisi yang bagaimana sehingga pada akhirnya dia merangkai kalimat tersebut dan mengirimkannya kepada saya. Saya tidak memberikan respon balik padanya saat itu. Karena memang tidak ada tanya di dalam kalimat itu yang perlu dijawab. Tidak pula ada seruan yang perlu dilaksanakan. Alasan lainnya adalah pulsa yang memang tidak cukup untuk berdialog.
Saya mencoba mendialogkan kalimat itu dalam diri saya menjelang tidur. Apakah tidak semua terang aku sukai? Terang yang bagaimana yang tidak kusukai? Mengapa terang itu tidak kusukai? Apakah terang yang dimaksud adalah terang dalam pengertian jelas karena adanya cahaya? Atau terang lain dalam pengertian kejujuran? Kebenaran? Apakah aku selalu terlelap dalam gelap? Apakah gelap satu-satunya kondisi yang dapat membuatku terlelap? Jika demikian, gelap memang tak boleh mati. Tapi, gelap yang bagaimana? Gelap yang seperti apa? Apakah gelap yang dimaksud adalah ketiadaan cahaya? Atau kebohongan? Atau Kepalsuan? Atau Ketiadaan Kebenaran? Dan apakah terlelap yang dimaksud adalah dalam pengertian tidak sadar karena tidur? Atau tidak sadar dalam pengertiannya yang lain?
Pada akhirnya, sederhana sekali: Aku Benar-benar Terlelap dalam Gelap!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s