Kabar Pelestarian Lingkungan Hidup: 7

Penguatan Kapasitas Masyarakat: TOT Keorganisasian Masyarakat,  Pembentukan Kelompok Tani, dan Aksi Penanaman Pohon
***
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan merupakan tulang punggung bagi terjaganya kelestarian sumber daya alam yang akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat itu sendiri dan tentunya juga kita, masyarakat di daerah hilir. Untuk itu, langkah penguatan kelembagaan masyarakat sangat perlu dilakukan guna menunjang peningkatan SDM kelompok masyarakat yang ada menuju kelompok yang mandiri. Konsep penguatan kelembagaan ini adalah suatu sistem bagaimana membangun dan meningkatkan peran, partisipasi dan tanggungjawab masyarakat dengan dukungan para pihak untuk mendukung rencana aksi dari program yang telah direncakan secara terpadu dan berkelanjutan.
Di Kampung Cibeling, melalui fasilitasi dari ESP-USAID, masyarakat telah membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat Cinagara Asri. Sementara di Kampung Gunung Batu, melalui fasilitasi dari Mapala UI, telah terbentuk Kelompok Tani Garuda Ngupuk pada 29 Nopember 2008.
Waktu Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan antara 17 Agustus 2008 s.d. 30 Nopember 2008. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu (akhir pekan). Setiap bulannya hanya dua pekan sekali. Total waktu pelaksanaan adalah 7 pekan atau 14 hari di lapangan yaitu Kampung Gunung Batu, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Tujuan
•    Terbentuknya Kelompok Masyarakat yang secara berkelanjutan dapat mendukung pelaksanaan strategi dan rencana aksi program desa konservasi;
•    Terjalinnya komunikasi yang lebih erat antara kelompok masyarakat dengan pihak mapala UI dalam mengarahkan dan mengembangkan program kerja desa konservasi.
Jumlah Peserta
Peserta keseluruhan dari penduduk Kampung Gunung Batu berjumlah 13 orang yang mewakili tiga sub-kampung yaitu Kampung Gunung Batu Timur, Kampung Gunung Batu Barat, dan Kampung Gunung Batu Utara. Jumlah KK di Kampung Gunung batu sendiri ada 69 KK. Dengan demikian diharapkan 1 orang perwakilan dapat menyampaikan hasil pertemuan kepada 5-6 orang kepala KK lainnya. Nama-nama peserta tersebut yaitu:
•    M. Adang Kurniawan;
•    Pandi;
•    Badri;
•    Ujang;
•    Daim;
•    Aep;
•    Ana;
•    Ujang;
•    Majim;
•    K. Sugandi;
•    Jejen;
•    Oha; dan
•    Upen
Jumlah Anggaran dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 700.000,- (Rp 100.000,- per pertemuan) dan bersumber dari swadaya masyarakat dan fasilitator.
Kronologi Kegiatan
30-31 Agustus 2008
Awal kegiatan ini lebih ditekankan untuk membangun kesepakatan dan kesepahaman bersama masyarakat dan kesediaan dari peserta untuk mengikuti jalannya aksi dari rencana program. Selama dua hari pertama ini peserta menyepakati jadwal yang dibuat untuk pertemuan yaitu pada pukul 13.00 – 15.00 WIB atau seusai dzuhur. Waktu ini dipilih karena pada pagi dan sore harinya peserta harus kembali ke ladangnya masing-masing.
Minggu, 31 Agustus 2008, dimulai dengan berbagi pengalaman soal keorganisasian di desa dan pengalaman kami dalam berorganisasi di kampus.  Berbagi pengalaman ini materi pertama untuk menggali potensi masyarakat yang mungkin ada dalam bidang keorganisasian dan penguatan kelembagaan selanjutnya. Dari berbagi pengalaman uini ada dua peserta yang memiliki potensi menonjol, yaitu Pak Adang dan Pak Upen. Pak Adang pernah mengembangkan kelompok tani yang memproduksi singkong. Sedangkan Pak Upen adalah ketua RT kampung selama 30 tahun terakhir. Dari berbagi pengalaman ini pula kita dapat mencoba mengenal satu persatu peserta untuk kemudian dapat berkomunikasi dengan baik kepada mereka.
13-14 September 2008
13 September 2008, materi yang diberikan adalah soal kepemanduan. Peserta diharapkan dapat menjadi pemandu yang akan mengiringi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang direncanakan. Di dalam materi kepemanduan ini, para peserta diberi kesempatan untuk menggantikan fasilitator dalam membahas berbagai hal. Misalnya Pak Adang yang diberi kesempatan dalam memimpin rapat untuk menentukan program kerja. Pandi diberi kesempatan dalam memimpin rapat menggali potensi desa. Dan Daim diberi kesempatan untuk memandu peserta mencari solusi bersama dari permasalahan-permasalahan kampung.
Beberapa yang menjadi catatan: hasil dari sesi yang dipandu Daim, masalah ketertinggalan kampung adalah tidak adanya akses jalan yang menyebabkan semua biaya pendistribusian hasil pangan yang dihasilkan oleh para penduduk membutuhkan biaya yang tinggi. Sehingga selisih keuntungan yang didapat kecil.
14 September 2008, materi yang diberikan adalah keorganisasian. Peserta diminta menyebutkan apa saja yang diperlukan dalam organisasi dan apa saja tugasnya untuk kepentingan organisasi. Sesi ini menggali pengetahuan peserta soal kelembagaan yang ada di kampungnya. Sehingga peserta ke depannya akan dapat membuat organisasi dengan struktur dan fungsi yang sudah mereka ketahui. Sesi ini ditutup dengan kesepakatan dari peserta soal pengurus inti organisasi yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.
27-28 September 2008
Pekan ini para peserta dipandu untuk membentuk organisasi kampung. Semua kepengurusan dipilih dari peserta yang hadir. Nama dan struktur ditentukan sendiri oleh peserta. Peserta juga menentukan visi dan misi dari organisasi yang didirikannya.
Pandi mengusulkan nama Saung Wira. Pada saat itu peserta langsung setuju. Visinya adalah memajukan kampung dengan kelestarian alamnya. Misinya adalah mengembangkan ekonomi masyarakat, membangun sarana dan prasarana yang menunjang ekonomi dan kelestarian lingkungan, dan mengembangkan pendidikan.
Pada pertemuan ini Pak Adang dipilih sebagai ketua dan Pandi sebagai Wakil ketua. Sekretaris adalah Badri dan Daim sebagai Bendahara.
18-19 Oktober 2008
Pada Pekan ini peserta dipandu untuk membuat program kerja bersama. Beberapa form yang diadopsi dari panduan manajemen proyek BP Mapala UI 2008 diberikan juga kepada peserta. Pak Adang sebagai ketua diberikan kesempatan untuk memimpin pertemuan.
Di tengah-tengah pertemuan, tiba-tiba peserta mengajukan logo kelompok. Peserta itu adalah Badri dan Pandi. Pak Adang ternyata sebelumnya telah memikirkan logo dan lupa untuk disampaikan. Kemudian Pak Adang menyampaikan kepada forum soal logo dan artinya.
Perencanaan program dilajkukan hari berikutnya. Para peserta ada yang mengusulkan pembangunan jalan, pengadaan listrik, dan tempat pendidikan atau sekolah di kampungnya. Sementara ada lagi yang mengusulkan untuk pengembangan modal usaha pertanian dan kerajinan tangan bagi kelompok. Penghijauan bukit diajukan terakhir oleh Pak Upen untuk mencegah longsor di kampungnya. Semuanya dirangkum dan coba dikembangkan dalam satu proposal yang akan mereka susun bersama kemudian hari.
15-16 November 2008
Pekan ini peserta diberikan materi soal penyusunan proposal. Semua lebih bersifat teknis penulisan. Banyak peserta yang ngantuk karena kurangnya diskusi. Akhirnya pada keesokan hari para peserta diberikan kesempatan untuk bersama-sama menyusun satu proposal untuk diajukan bersama Mapala UI.
Sampai sore hari peserta belum dapat menyelesaikan. Dan pada akhirnya fasilitator merangkum apa yang mereka ajukan, yaitu: Penambahan modal untuk kerajinan layang-layang dan sandal, ternak kambing, dan pembangunan jalan.
29-30 November 2008
Dalam pertemuan terakhir hingga pekan ini, banyak terjadi dinamika di dalam kelompok Saung Wira. Mereka ternyata ada yang kurang sepakat dengan nama yang ditetapkan. Akhirnya pekan ini disepakati nama kelompok Saung Wira diubah menjadi Garuda Ngupuk dengan latar belakang sejarah Kampung Gunung Batu sendiri. Peserta yang hadir kemudian mengajukan usul beberapa program dari porogram-program kerja yang telah diajukan sebelumnya. Program tambahan tersebut yaitu pembangunan sekretariat untuk pusat kegiatan dan informasi semua warga kampung dan perbaikan MCK untuk kesehatan dan lingkungan yang lebih baik.
Perwakilan Mapala UI, Firmansyah, yang menjadi fasilitator saat itu menyepakati usulan peserta. Sekretariat penting dibangun untuk kepentingan yang begitu banyak. Disamping sebagai pusat informasi dan komunikasi warga atau kelompok tani, juga ke depannya bisa dimanfaatkan sebagai koperasi, pusat belajar dan perpustakaan, dan pos pemasaran hasil usaha produkti warga.
Pak Upen bersedia memberikan tanahnya seluas 40 m2 untuk dibangun sekretariat. Arsitekturnya diserahkan kepada Pak Adang. Dan pengerjaan akan dimandori oleh Pak Ujang. Keseluruhan biaya yang ditaksirkan akan menghabiskan dana sekitar Rp 7.041.780, -. Pada tanggal tersebut, digunakan dana subsidi dari Mapala UI untuk pembangunan MCK sebesar Rp 650.000,- serta konsumsi sebesar Rp 50.000,-. Dan pada 21 Desember diserahkan uang sebesar Rp 1.000.000,- setelah sebelumnya diserahkan juga Rp 500.000,- (oleh Galih Seta, Bendahara Mapala UI)  untuk dana awal pembangunan sekretariat. Total dana subsidi yang digunakan untuk pembangunan fisik adalah Rp 2.200.000,-.
Struktur kepengurusan baru juga dibentuk menjadi sebagai berikut:
Posisi/Jabatan
Job Description
1
Ketua Kelompok Tani
1
Menjalin kerjasama dengan anggota
Adang Kurniawan
2
Mengatur dan mengoordinasikan kegiatan Kelompok Tani Garuda Ngupuk
3
Bekerjasama dengan Pengurus Inti dan Koordinator-koordinator Program
4
Memonitor perkembangan kegiatan/program kerja KT. Garuda Ngupuk
5
Berkoordinasi dengan pihak luar, misal Pihak Desa, Sponsor/Donatur, Pasar, dll
6
Bertanggungjawab terhadap rapat Kelompok
7
Melaporkan kegiatan dan keuangan kepada pihak yang berkepentingan setiap bulan
2
Wakil Ketua
1
Berkoordinasi dengan ketua soal kegiatan kelompok
Pandi
2
Membantu tugas-tugas ketua
3
Menggantikan tugas ketua apabila berhalangan
3
Sekretaris
1
Membuat surat undangan
Ujang Marujang
2
Membuat notula
3
Membuat laporan kegiatan
4
Mencatat dan bertanggungjawab terhadap inventaris barang-barang yang dimiliki Kelompok
5
Menyiapkan buku tamu, daftar hadir, dan buku kegiatan lapangan,
6
Mengumpulkan data dari Pengurus Inti dan Koordinator Program, seperti data perkembangan kegiatan, keuangan, dll
7
Menyiapkan alat tulis kantor
4
Wakil Sekretaris
1
Berkoordinasi dengan Sekretaris soal tugas-tugas sekretaris
Ade MB
2
Membantu tugas-tugas Sekretaris
3
Menggantikan tugas Sekretaris apabila berhalangan
5
Bendahara
1
Membuat Buku Kas
Daim Hamdiah
2
Bertanggungjawab terhadap Keuangan
3
Membuat laporan keuangan
4
Mencatat bukti pengeluaran dan penerimaan
5
Membuat prosedur pengeluaran keuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s