Kabar Pelestarian Lingkungan Hidup: 5

Pelaksanaan Program Tahap 1: Pengkajian Desa Secara Partisipatif
***
Pelaksanaan program pada tahap ini adalah upaya untuk merumuskan beberapa program berdasarkan kondisi daerah yang menjadi sasaran kegiatan. Hal ini menjadi penting demi keberhasilan dari tujuan program yaitu kawasan TNGGP yang lestari. Di samping juga menciptakan masyarakat yang memiliki kualitas hidup yang lebih baik sehingga menjadi subjek utama dalam pelestarian lingkungannya sendiri.
Waktu dan Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 Februari 2008 s.d. 16 Maret 2008. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu (akhir pekan). Total waktu pelaksanaan adalah 6 pekan atau 12 hari di lapangan yaitu Desa Cinagara dan Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Desa Cinagara dan Desa Tangkil ditetapkan sebagai sasaran program berdasarkan pengamatan dari peta TNGGP. Kedua desa ini berbatasan langsung dengan TNGGP dan diantara keduanya mengalir Daerah Aliran Sungai Cinagara yang menjadi salah satu hulu dari Sungai Cisadane. Dua hal itulah yang menjadi alasan utama pemilihan lokasi. Alasan lainnya adalah jaraknya yang tidak begitu jauh dari Depok sehingga pengamatan dan pengawasan program selanjutnya bisa lebih mudah.
Tujuan
Tujuan utama dari tahap ini yaitu:
•    Data yang lengkap mengenai keadaan desa; dan
•    Terbentuknya Rancangan program  khusus untuk Kampung Cibeling, Desa Cinagara dan Kampung Gunung Batu, Desa Tangkil Kecamatan Caringin Bogor.
Jumlah Peserta
Peserta dari Mapala UI yang ikut dalam tahap ini adalah Afif dan Ade Sulaeman. Peserta dari penduduk Kampung Cibeling yaitu:
•    Bpk. Asep;
•    Bpk. Aman;
•    Fadil;
•    Mulyati; dan
•    Rustandi.
Sedangkan peserta dari Kampung Gunung Batu yaitu:
•    Bpk. Adang Kurniawan;
•    Bpk. Upen;
•    Pandi;
•    Bpk. Ujang Marujang; dan
•    Daim Hamdiah.
Dalam tahap ini juga dibantu pendokumentasiannya oleh dua mahasiswa Broadcast UI yaitu Adit dan Ucok.
Jumlah Anggaran dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkan adalah Rp 700.000,- dan sumber pendanaannya diperoleh dari subsidi BP Mapala UI 2008.
Kronologis
9 – 10 Februari 2008
Awal kedatangan tim Mapala UI di desa Cinagara langsung menuju Kediaman Kepala Desa Cinagara. Di tempat ini kami lebih banyak mencari soal data monografi desa. Beberapa data yang kami ingin dapatkan masih sangat berantakan. Belum tersusun dengan rapi. Termasuk soal kependudukan. Hal ini lebih dikarenakan kepengurusan desa yang baru. Data itu kemudian kami rangkum dalam beberapa catatan yang telah disediakan.
Setelah bertemu dengan Kepala Desa Cinagara tim Mapala UI melanjutkan perjalanan menuju Kampung Cibeling yang berbatasan langsung dengan TNGGP. Di Kampung ini kami menjalin hubungan dengan kepala Kampung. Dari Kepala Kampung kami mendapatkan rekomendasi mengenai orang yang dapat menjadi pendamping kami dalam meninjau seluruh kampung dan memasuki kawasan TNGGP.
Penduduk pertama yang kami temui adalah Pak Aman dan Fadil. Bersama mereka kami mengelilingi Kampung Cibeling. Melihat lahan-lahan kritis yang ada dan melihat potensi-potensi dari masyarakat itu sendiri dalam memberdayakan lingkungannya. Dari hasil kunjungan pertama ada beberapa beberapa hal yang menjadi catatan kami, yaitu di kampung ini hampir semua lahan di bukit-bukit sekeliling kampung telah gundul. Masyarakat yang berbatasan dengan wilayah TNGGP sendiri msih sering memanfaatkan kayu bakar dari dalam kawasan konservasi. Ibu Cicoh yang sempat kami temui misalnya mengeluhkan soal harga minyak tanah sehingga mereka tetap memanfaatkan kayu bakar untuk keperluan sehari-hari.
Kunjungan pertama kami manfaatkan sebesar-besarnya untuk mengenal lebih banyak penduduk di Kampung Cibeling. Beberapa orang yang direkomendasikan untuk menjadi bagian dalam kajian Participatory Rural Appraisal (PRA) yang akan kami lakukan pada 8-9 Maret 2008 adalah Bpk. Asep; Bpk. Aman; Fadil; Mulyati; dan Rustandi.
16-17 Februari 2008
Di pekan kedua, kami mengunjungi Desa Tangkil. Saat datang pertama ke desa ini kami tidak dapat menemui Kepala Desa karena ada acara ke luar kota. Dari Tempat Kepala Desa kami mencoba langsung menuju Kampung Gunung Batu. Kampung ini berbatasan langsung dengan TNGGP. Untuk lebih mudah diterima kami mengajak Bpk. Aman untuk menemani kami.
Di Kampung Gunung Batu kami bertemu dengan Bpk. Upen sebagai Kepala Kampung (Ketua RT). Kami mencoba melakukan sedikit wawancara non-formal kepada Bpk. Upen. Selesai berbincang-bincang kami kembali ke Kampung Cibeling untuk menginap di Tempat Bpk Aman.
Hari berikutnya kami kembali ke kampung Gunung Batu melalui bukit perbatasan antara desa Cinagara dan Tangkil.  Dari bukit ini kami dapat melihat gundulnya bukit-bukit lain yang mengelilingi Desa Cinagara dan Tangkil. Di Kampung Gunung Batu kami juga melakukan pendekatan dengan beberapa masyarakat yang direkomendasikan oleh Bpk. Upen untuk menjadi bagian dari rencana kami untuk melakukan kajian Participatory Rural Appraisal (PRA) yang akan kami lakukan pada 8-9 Maret 2008.
23-24 Februari 2008
Di Pekan ketiga kami menemui semua orang yang direkomendasikan untuk menjadi bagian dari kajian PRA. Kami memberikan beberapa form untuk diisi dan mencoba memberikan pemahaman terhadap tujuan kami mendapatkan data tersebut. Hampir semua orang ditemui menyatakan antusiasmenya demi kemajuan desa. Form ini kami harapkan dapat diisi hingga tanggal 8 maret mendatang.
1-2  Maret 2008
Kunjungan kali ini lebih ditekankan pada undangan peserta kegiatan untuk datang pada pertemuan yang kami sebut Participatory Rural Appraisal (PRA) pada tanggal 8-9 Maret 2008 di Kediaman Bpk. Aman. Kami juga mencoba melihat perkembangan dari pemahaman calon peserta kajian terhadap pelestarian lingkungan atau konservasi kawasan TNGGP.
Dari beberapa orang, kami mencatat bahwa kegiatan pelestarian lingkungan sebenarnya sudah sempat diusahakan dengan adanya kader konservasi desa yaitu Bpk. Aman dan Bpk. Muhdor (Kepala Desa Cinagara). Namun, upaya yang selama ini ada tidak pernah memperhatikan kebutuhan ekonomi masyarakat di perbatasan. Hal ini menjadi catatan penting soal bagaimana menyelaraskan antara kepentingan ekonomi masyarakat di perbatasan kawasan konservasi dengan kepentingan konservasi itu sendiri.
8-9 Maret 2008
Pada pekan ini diadakan pertemuan kepada semua peserta yang berjumlah sepuluh orang untuk membahas soal permasalahan desa yang mereka lihat. Informasi yang penting dikaji adalah pemanfaatan lahan di kawasan konservasi dan kondisi ekonomi masyarakatnya. Pertemuan diadakan selama dua hari dari pukul 13.00 – 15.30 WIB dengan beberapa materi juga yang sedikit-sedikit diberikan dari hasil pelatihan salah seorang anggota Mapala UI di Saguling.
15-16 Maret 2008
Kunjungan di pekan terakhir pengkajian desa ini lebih ditekankan pada pencarian data yang kurang. Dan melalui Adit serta Ucok kami mendokumentasikan sedikit kehidupan sehari-hari masyarakat dan kondisi lahan kritisnya.
Pada akhir Maret 2008 kami mendapatkan data dari Usep Suparman dan menyusunnya dengan dilengkapi data yang juga kami dapatkan. Data yang telah kami susun yaitu data umum ke dua desa. Sementara hasil dari PRA adalah proposal dan program kerja untuk pemberdayaan masyarakat desa.
Kendala dan Evaluasi
Kendala yang kami hadapi dalam pengkajian ini adalah pola pendekatan kepada masyarakat yang masih agak kaku. Tapi kendala tersebut dapat diatasi dengan bantuan Bpk Aman dan kang Usep. Kendala lainnya adalah keikutsertaan dari teman-teman mapala sendiri yang kurang. Dan ini lebih dikarenakan sosialisasi yang kurang.
Evaluasi yang kemudian dilakukan pula dari Rapat Triwulan adalah sosialisasi perlu ditingkatkan dan timeline yang telah dibuat sebaiknya dilaksanakan sesuai dengan yang direncakan. Tapi mengingat ada beberapa kegiatan insidental yang lebih menarik dan dinilai dapat membangkitkan semangat Mapala kembali ke dunia prestasi, Firmansyah selaku PO lebih memilih untuk tetap membentuk kelompok kecil dengan memanfaatkan volunter di desa itu sendiri untuk melaksanakan program-program yang ada. Dan ini tentunya akan dapat menjawab isu keberlanjutan dari program ini. Di samping menghubungkan penduduk dengan berbagai pihak yang berkepentingan. Dan posisi mapala dalam program ini lebih sebagai fasilitator.
***
Tabel Data Umum Desa Cinagara
1) FISIK
Lokasi
Desa Cinagara
Kecamatan Caringin
Kabupaten Bogor
Luas Desa
496,515 Ha
Luas Kampung
Topografi
Perbukitan dengan ketinggian
antara 740 m dpl
Jenis dan tingkat kesuburan tanah
Latosol coklat, sedang-subur
Iklim
a. curah hujan rata-rata tahunan
3.500 mm
b. bulan basah Oktober-Maret
c. tipe iklim : B
d. suhu rata-rata 25oC
Aksesibilitas
a. dari ibu kota kec : 5 km
b. dari ibu kota kab : 45 km
c. waktu tempuh ke ibu kota
kecamatan : 30 menit
d. waktu tempuh ke ibu kota
kabupaten : 1,5 jam
e. waktu tempuh ke pusat
fasilitas terdekat : 1,5 jam
f. Kondisi jalan :
– Jalan aspal : 3 km
– Jalan batu : 1 km
– Jalan tanah : ? km
2) SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
Jumlah Penduduk
9438 jiwa
a. Laki-laki : 5111 jiwa
b. Perempuan : 4327 jiwa
c. Jumlah KK : 2182 KK
Keadaan penduduk angkatan kerja
a. bekerja : jiwa
b. buruh tani : jiwa
c. bukan angkatan kerja : jiwa
Mata Pencaharian
a. petani : 375 jiwa
b. buruh tani : 435 jiwa
c. PNS/TNI/Pol : jiwa
d. pegawai swasta : jiwa
e. lain-lain : jiwa
Pemilikan Lahan
a. lahan milik :52 ha
b. lahan perkebunan :123 Ha
c. lahan desa : 0,5 Ha
d. hutan : Ha
Rata-rata pemilikan lahan
200 meter
Produktivitas lahan
a. komodidti kacang panjang
b. komoditi buncis
c. komoditi tomat
d. komoditi timun
e. komodidti cabe
f. komoditi jagung
g,komoditi padi
Pendapatan/Pengeluaran Keluarga
a. Pendapatan
– Perbulan Rp.300.000 ,-
– Pertahun Rp.3.000.000 ,-
b. Pengeluaran
– Perbulan Rp. 350.000 ,-
– Pertahun Rp. 4.000.000,-
Pemilik Ternak
a. Sapi :? orang
b. Kerbau : 10 orang
c. Domba : 200 orang
d. Kambing : 5 orang
e. Unggas : 1000 orang
Tingkat Pendidikan
a. Tidak tamat SD : jiwa
b. Tamat SD : 436 jiwa
c. Tamat SLTP : 225 jiwa
d. Tamat SLTA :125jiwa
e. Tamat S1 :10 j iwa
Sarana dan Prasarana Rumah Tangga
a. Listrik : 75 % sambungan
b. Air bersih :3 titik
c. MCK Layak : 10 unit
d. Telepon kabel : ? sambungan
e. Rumah : ? Unit
f. Motor : ? unit
g. Mobil : ? unit
Tingkat Kesejahteraan Keluarga
a. Pra Sejahtera : 846 orang
b. Kelas Sejahtera I : orang
c. KS II : orang
d. KS III : orang
3) POTENSI DAN PEMANFAATAN
Potensi PES
Air terjun, Bumi Perkemahan, Wisata
Kampung, pendidikan, & ketinggian
Sumber Mata Air
Sub DAS Cinagara yang dimanfaatkan
oleh PDAM Kotamadaya Bogor yang
mengalir ke sungai Cisadane dengan
debt air 500 ltr/detik
Posisi Intake PDAM
Ciherang Pondok Desa Limus Tunggal
Kecamatan Caringin
Upaya PDAM tehadap perlindungan
Peghijauan di pinggiran sungai Cisadane
mata air
dengan luas wilayah 2 Ha dan sudah
ditanami pohon sebanyak 3000 pohon
dengan jenis pohon mahoni, kenari,
jasti emas, buah-buahan
Permasalahan dengan masyarakat
Tidak ada masalah dengan masyarakat,
keculi bagian hulu sungai banyak lahan gundul
Upaya PDAM terhadap masyarakat
Pelanggan PDAM
??????
Harapan PDAM ke depan
Adanya kegiatan penanaman pohon di hulu Sub DAS
Cinagara dan Cigombong
Sejarah Intake & Mata Air PDAM
Semenjak oleh Belanda di masa
penjajahan dan sekarang areal yang
dikeola oleh PDAM seluas 2 Ha
Permasalahan terhadap hutan dan
Adanya lahan gunung di areal perluasan
Lingkungan
kawasan TNGP seluas 22 Ha
Adanya lahan kritis di lahan milik pribadi
seluas Ha.
Polusi air dari keberdaan budidaya ikan tawar.
Sampah
Adanya tambang pasir yang dilakukan oleh kelompok
masyarakat.
Bencana Alam
Longsor dan Banjir
Harapan dari Pemerintahan Desa
Adanya pengembangan wisata air terjun Cikaracak
bekerjasama dengan TNGP dalam pengelolaannya.
Desa perlu dijadikan sebagai model desa wisata
Berbasis masyarakat.
Perlu ada kebijakan lokal (Perdes) dalam hal
potensi pemanfaatan jasa lingkungan.

Tabel Data Umum Desa Tangkil

1) FISIK
Lokasi
Desa Tangkil
Kecamatan Caringin
Kabupaten Bogor
Luas Desa
644,276 Ha
Luas Kampung
Topografi
Perbukitan dengan ketinggian
antara m dpl
Jenis dan tingkat kesuburan tanah
Latosol coklat, sedang-subur
Iklim
a. curah hujan rata-rata tahunan
3.500 mm
b. bulan basah Oktober-Maret
c. tipe iklim : B
d. suhu rata-rata 25oC
Aksesibilitas
a. dari ibu kota kec :7 km
b. dari ibu kota kab : 40 km
c. waktu tempuh ke ibu kota
kecamatan : menit
d. waktu tempuh ke ibu kota
kabupaten : jam
e. waktu tempuh ke pusat
fasilitas terdekat : 1 jam
f. Kondisi jalan :
– Jalan aspal : 7 km
– Jalan batu : 5 km
– Jalan tanah : 3 km
2) SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
Jumlah Penduduk
8406 jiwa
a. Laki-laki : 2730 jiwa
b. Perempuan :2606 jiwa
c. Jumlah KK :1895 KK
Keadaan penduduk angkatan kerja
a. bekerja : jiwa
b. buruh tani :500 jiwa
c. bukan angkatan kerja :
jiwa
Mata Pencaharian
a. petani :200 jiwa
b. buruh tani :500 jiwa
c. PNS/TNI/Pol : 9 jiwa
d. pegawai swasta : jiwa
e. lain-lain : 350 jiwa
Pemilikan Lahan
a. lahan milik :614,9 ha
b. lahan perkebunan : 175 Ha
c. lahan desa : 700 m2
d. hutan : ? Ha
Rata-rata pemilikan lahan
0,5 Ha
Produktivitas lahan
a. komodidti padi
b. komoditi jagung
c. komoditi ketela
d. komoditi kacang-kacangan
e. komkoditi tomat
f. komoditi terong dan ketimun
g. komoditi buah2an (pepaya, jeruk, durian, rambutan, pisang)
Pendapatan/Pengeluaran Keluarga
a. Pendapatan
– Perbulan Rp.450.000 ,-
– Pertahun Rp 5.000.000. ,-
b. Pengeluaran
– Perbulan Rp. 600.000,-
– Pertahun Rp. 7.200.000 ,-
Pemilik Ternak
a. Sapi : ? orang
b. Kerbau : 150 orang
c. Domba : ? orang
d. Kambing : 300 orang
e. Unggas : orang
Tingkat Pendidikan
a. Tidak tamat SD : 821 jiwa
b. Tamat SD :1530 jiwa
c. Tamat SLTP :147 jiwa
d. Tamat SLTA :127 jiwa
e. Tamat S1 : 1 iwa
Sarana dan Prasarana Rumah Tangga
a. Listrik : ? sambungan
b. Air bersih : ? titik
c. MCK Layak : ? unit
d. Telepon kabel : ? sambungan
e. Rumah : 1500 unit
f. Motor 150 unit
g. Mobil : 15 unit
Tingkat Kesejahteraan Keluarga
a. Pra Sejahtera : 350 orang
b. Kelas Sejahtera I : orang
c. KS II : orang
d. KS III : orang
3) POTENSI DAN PEMANFAATAN
Potensi PES
Wisata Kampung, Ketinggian, Mata Air
Sumber Mata Air
Mata Air Ciburial yang dimanfaatkan oleh
PDAM Kotamadya Bogor dengan debit
air sebesar 150-170 ltr/detik
Weslik Kabupaten Cipta Karya
Posisi Intake PDAM
Kampung Ciburial
Upaya PDAM tehadap perlindungan
Penghijauan di sekitar mata air ciburial dengan
mata air
luas areal 19 ha sudah ditanami pohon
sebanyak 5.000 pohon dengan jenis tanaman
mahoni, damar, mangga, pala dll. Kegiatan ini
dilakukan sejak tahun 1996 hingga sekarang
secara rutin dengan melibatkan masyarakat
sekitar wilayah mata air cikahuripan
Permasalahan dengan masyarakat
Selama ini tidak pernah ada permasalahan antara
masyarakat dengan PDAM
Upaya PDAM terhadap masyarakat
Adanya beasiswa bagi anak-anak sekolah
sebanyak 5 orang setiap tahun
Pelanggan PDAM
60.000 pelanggan untuk masyarakat kotamadya
Harapan PDAM ke depan
Adanya kegiatan penghijauan di bagian hulu kaki
Gunung Pangrango dengan target penanaman
dilahan-lahan kritis yang selama ini dimanfaatkan
oleh masyarakat sebagai lahan pertanian.
Sejarah Intake & Mata Air PDAM
Penemuan pertama tahun 1918 oleh Belanda
Mulai diaktifkan oleh PDAM tahun 1983-1984
Mulai dialirkan utk masyarakat tahun 1985
Permasalahan terhadap hutan dan
Banyak lahan kritis yang dimiliki oleh perorangan
Lingkungan
Adanya tambang pasir tradisional yang dilakukan
oleh masyarakat
Bencana Alam
Longsor
Harapan dari Pemerintahan Desa
Perlu dibuatanya sebuah kebijakan lokal dalam
bentuk perdes tentang potensi jasa lingkungan
ketinggian (reviter) dan jasa air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s