Rencana Perjalanan: Oktober 2008 Harus Lebih dari Sekedarnya

“Bagaimana Man? Jadi Nggak?”

Saya masih belum punya jawaban hingga pada hari ini pertanyaan itu diajukan kembali. Ada keraguan untuk tidak berada di Jakarta pada lebaran nanti. Lagipula pekerjaan saya ternyata belum dapat diselesaikan pada hari ini. Masih harus datang ke kantor sebanyak 13 hari lagi. Rasanya sangat sayang sekali untuk meninggalkan trip perjalanan keliling timur Indonesia. Tapi ternyata saya lebih terikat pada kontrak kerja yang sudah saya tanda tangani. Jawaban sudah jelas sekarang. Bahwa saya harus membatalkan rencana perjalanan berkeliling wilayah timur Indonesia untuk saat ini. Saya masih yakin akan ada perjalanan berikutnya untuk wilayah timur Indonesia bagi diri saya. Setidaknya akan saya buat sendiri suatu saat nanti.

***

“Bang, habis lebaran tanggal 4-7 Oktober, Talam 38 mau ngadain pendakian ke Pangrango. Abang ikutan ya … Anak barunya banyak yang ikut lho. Abang bantu-bantu kita juga ya buat perizinan. Nanti saya hubungin juga alumni yang lain.”

***

“Man, tanggal 16 sampai 25 Oktober 2008 TWKM di Surabaya. Saya butuh bantuan kamu soal pertanggungjawaban saya ke temen-temen Mapala se-Indonesia. Saya butuh suara temen-temen di Jakarta. Bagaimana?”

“Oke, datang saja dulu ke Kampus UI Depok. Kita bicarakan di sini saja. Supaya jelas di posisi mana saya bisa bantu kalian. Jangan lupa juga untuk cari dukungan sama daerah kamu sendiri. Banten sudah punya suara sekarang.”

***

Sempat ragu untuk membantu keduanya. Pastinya akan banyak tabungan yang berkurang untuk perjalanan saya selanjutnya. Tapi tak apalah, saya yakinkan bahwa saya akan ikut. Paling tidak untuk junior-junior saya di Talam 38 yang saat ini sedang dekat-dekatnya pada saya. Tidak dekat secara individu, hanya kerinduan saya pada masa seumuran junior saya itu. Semangatnya dan kekanak-kanakannya.

Untuk ke Surabaya, pastinya akan ada tanggung jawab berat. Sewaktu di Jogja, Jambi, dan terakhir di Semarang, saya sangat merasakan aura yang begitu melelahkan bagi batin saya. Tapi tetap saya nikmati. Jika tidak, untuk apa saya sampai harus datang 3 kali berturut-turut dalam kegiatan itu. Kedua-duanya sangat mungkin untuk saya ikuti. Saya coba tetapkan agenda saya untuk mengikuti kedua kegiatan itu.

***

“Saya khawatir kita makin hari makin bergeser ke arah yang sangat individualis,” ‘Seseorang dari diri yang sama’ mengatakan itu kepada saya setelah berbuka puasa di lingkungan kantor. Saya pikir kekhawatirannya tidak berlebihan. Jika terus-menerus dalam lingkungan kehidupan yang melulu hanya terdiri dari tugas-tugas pekerjaan, dengan sedikit waktu bersosialisasi – bahkan dengan teman sekerja -, saya kira kami benar-benar akan menjadi manusia yang sangat individualis. Dalam kesempatan itu saya utarakan rencana saya untuk mendaki gunung setelah lebaran bersama junior saya di SMA. Saya ceritakan soal kebersamaan dalam sebuah pendakian gunung. Dia sangat antusias untuk turut serta. “Saya takut dengan ‘ketidakpedulian’ saya sekarang. Saya sangat berharap ada lagi sebuah pengalaman yang akan mengasah rasa peduli saya. Dan saya akan berusaha untuk melestarikannya dalam kehidupan saya ke depan.”

Kata-kata terakhir itu yang menurut saya sangat berlebihan juga bagi saya. Perjalanan yang rutin saya lakukan itu apakah mungkin akan memberikan suatu pengalaman yang mendalam bagi penanaman nilai-nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Saya tentu sangat ragu dalam hal ini. Tapi siapa yang tahu kalau perjalanan ini betul-betul memberikan arti mendalam bagi dirinya. Lebih mendalam dari slogan partai yang menyuarakan untuk meningkatkan kepedulian kita kepada tetangga di bulan Romadhon. Yah … siapa tahu, harapan itu benar-benar masih ada …

… dan pada saat berikutnya engkau begitu dekat kepadaku, mengisi jiwaku dengan begitu dahsyat sehingga aku berubah bagi diriku sendiri, dan merasakan sungguh nikmat berada di sini.

—Søren Kierkegaard, Journals[5] (2 Februari 1839)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s