Jangan Mau Jadi Bangsa Inferior

Banyak e-mail yang dikirim ke milis-milis yang saya ikuti, jika tidak boleh dikatakan hampir semua milis yang ada, selalu saja membicarakan Indonesia dari sisi buruknya. Gaya penyampaian pun unik: dengan candaan dan gurauan. Begitu mudah diterima. Nyaman pula dibaca. Melihat media massa pun juga demikian. Berbicara tentang Kebobrokan dan Kecurangan. Konflik dan Kebodohan. Hanya sedikit saja ruang dari media yang mengangkat sisi positif dan keunggulan yang dimiliki oleh bangsa ini.

Secara pribadi saya sangat prihatin dengan hal-hal seperti ini. Bukannya ingin menutup mata atas segala sisi buruk negeri ini, tapi bukankah ada sisi positif lain dari bangsa ini yang bisa kita sampaikan kepada teman, sahabat, dan saudara kita agar kita tidak melulu menjadi bangsa yang inferior ketika berhadapan dengan bangsa lainnya dalam menghadapi tantangan global.

Alangkah baiknya kita belajar dari iklan-iklan yang memenuhi hampir semua jalan dan media. Informasi yang terus menerus disampaikan kepada publik diharapkan dapat mempengaruhi publik sampai ke alam bawah sadarnya sehingga mereka dapat mengikuti apa yang dikehendaki oleh perusahaan tersebut. Semacam agitasi dan propaganda. Begitu pula dengan informasi yang kita sampaikan di milis yang barangkali kita ikuti. Informasi yang melulu berisi keburukan tentang sesuatu hal, barangkali akan membuat si penyampai pesan dan penerima pesan menguatkan kesan buruk atas objek (sekaligus juga subjek) yang dibicarakannya. Dan sebaliknya, jika sisi-sisi positif dari keunggulan karakter-karakter dan hal-hal lain dari bangsa ini yang terus-menerus kita sampaikan, tanpa menutup kekurangan yang ada serta jalan keluar yang barangkali bisa kita tawarkan, bisa jadi kita akan menguatkan diri kita sendiri dan orang lain di sekitar kita untuk maju dan berkembang. Melangkah dan bangkit dari keterpurukan. Sebagaimana Kang Abid dan Mang Idin, menawarkan hidup yang lain dengan cara yang sama sekali lain untuk lingkungan Indonesia yang lebih baik.

Atau kita tetap ingin memelihara rasa inferior kita itu dengan mengekalkan penyampaian atas informasi-informasi yang hanya berisi keburukan negeri ini tanpa diimbangi dengan informasi-informasi positif mengenai berbagai potensi yang negeri ini dan bangsa ini miliki. Sekalipun hanya dalam bentuk Joke.

Jongguk melangkah terus sambil membisikkan bagi dirinya sendiri:
-Besok Dia bangkit kembali ….. (Iwan Simatupang)-

NB: Tanggapan untuk e-mail2 yang terlalu merendahkan diri (bangsa) sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s