Skripsi: Melihat Masalah Untuk Menyelesaikan Masalah

Akhir semester ini, seorang kawan semakin menjauh dari kehidupan saya. Skripsinya diabaikan kembali. Saya yakin pada dasarnya ia dapat menyelesaikannya lebih cepat dari saya. Tapi pertentangan batin membuatnya kembali menghindar. Ada yang belum selesai dalam pandangan hidupnya. Pandangan terhadap ilmu dan pandangan terhadap dunia pendidikan yang juga digelutinya di tempat lain.

Kawanku yang baik, memang skripsi bukan yang utama dalam dunia perkuliahan (baca: pendidikan universal yang memanusiakan manusia dalam
landasan kemanusiaan yang adil dan beradab), tapi apa buktinya kita telah menuntut ilmu tanpa karya ilmiah yang bisa kita pertanggungjawabkan bukan hanya untuk lulus, tapi juga untuk kemajuan diri kita dan manusia-manusia di sekitar kita. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual kita kepada saudara-saudara kita.

Seorang guru yang saya hormati pernah berkata bahwa sarjana itu adalah mereka yang mampu melihat masalah dalam dirinya dan masyarakat sekitarnya kemudian mencoba untuk mencari pemecahannya. Langkah awalnya di dalam perkuliahan saya pikir dapat terwakili dengan membuat skripsi yang baik: bagaimana kita dapat melihat dan merumuskan masalah, kemudian mencari penyelesaiannya melalui metode-metode ilmiah. Jadi, jangan pernah lagi kita remehkan pengerjaan skripsi kita. Penundaan satu, dua, atau bahkan empat semester bukan berarti bahwa kita melupakan sama sekali tanggung jawab kita itu.

Ehm … saya cukup salut buat kawan-kawan yang lekas-lekas lulus. Mereka pasti sangat ingin untuk segera berbakti kepada bangsanya. Mereka barangkali sudah lama melihat masalah-masalah yang ada di negeri ini. Lepas dari dunia kampus agar lebih banyak lagi waktu untuk mencoba mencari pemecahan dan kemudian bersama masyarakat membangun negeri ini berdasarkan hasil temuan-temuan ilmiahnya.

Kawan, mereka ini orang-orang yang secara praktis barangkali lebih maju dari kita. Kita harus mencontoh kawan-kawan kita itu. Kita harus bersama maju dengan latar belakang keilmuan kita. Demi Kemanusiaan: Ruang hidup yang lebih baik adalah mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s