Festival Nelayan Pelabuhan Ratu

Bayangkan laut biru dengan ombak besar. Kedalamannya yang mencapai enam ribu lima ratus meter. Batu-batu karang yang cadas di tepinya. Pegunungan hijau yang mengelilinginya. Anda berada di tengah-tengah ratusan penduduk yang pada umumnya nelayan. Berbagai aneka sesajian berupa hasil bumi yang siap dilarung ada di hadapan anda. Potongan kepala kerbau dengan darah segarnya. Anda bersama ratusan penduduk tadi mendatangi garis pantai. Perlahan tapi pasti. Kemudian, anda memandangi lautan hingga terlihat garis horizon. Di garis horizon itulah aneka sesajian akan dibawa dan dilarung.

Kini bayangkanlah bahwa anda yang akan membawa sesajian itu ke tengah laut bersama dengan beberapa nelayan dan satu orang ‘aneh’. Orang ‘aneh’ ini adalah juru kunci atau kuncen yang akan pertama kali melarungkan sesajian ke laut. Keanehan orang yang bersama anda adalah wajahnya yang ‘tampak aneh’. Namun, Anda menikmati berada bersamanya tanpa muncul rasa gelisah. Anda sekarang telah berada kurang lebih dua ratus meter dari garis pantai, yaitu di garis horizon saat anda di tepi pantai tadi. Tempat anda berada adalah perbatasan antara laut dangkal dengan laut dalam. Di laut dalam itu terdapat palung laut yang dalamnya diperkirakan enam ribu lima ratus meter. Angin laut dan baunya yang khas terus mengiringi anda hingga upacara pelarungan selesai.

Setelah anda kembali ke tepi pantai, kemudian anda mengikuti rangkaian acara yang telah direncanakan. Acara tersebut dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Ratu. Tempat ini berukuran sekitar16x30 m2. Letaknya dekat dengan Masjid Agung Pelabuhan Ratu. Masjid ini pada awal pemberangkatan sesajian tadi juga dijadikan sebagai tempat kegiatan. Di utara masjid adalah jalan utama Pelabuhan Ratu dan di sebelah selatan adalah pantai yang juga dimanfaatkan untuk berbagai perlombaan di antara para nelayan. Perlombaan yang anda lihat adalah perebutan sesajian yang dilempar ke pantai. Sampai menjelang maghrib anda terus menyaksikan rangkaian acara tersebut. Ketika maghrib tiba, anda kemudian menuju masjid yang cukup megah tadi, dengan pelataran yang luas serta menaranya yang cukup tinggi. Kemudian anda shalat bersama-sama dan berdo’a sambil merenungi nikmat yang telah diberikan Tuhan. Perpaduan keyakinan antara kepercayaan masyarakat setempat dengan keyakinan yang anda bawa dari diri anda sendiri pun berbenturan.

Apa yang telah anda bayangkan adalah apa yang barangkali akan anda rasakan ketika mengikuti Upacara Pelarungan atau Festival Nelayan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Sebuah pengalaman unik dari pesisir pantai selatan Pulau Jawa. Kalau ada kesempatan di tahun berikutnya, barangkali kita bisa menikmati kegiatan itu bersama-sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s