Untuk Yus

aku rindu nyala api lilin

yang telah menerangi kita

saat duduk berdua

di kala badai telah bersembunyi

di balik cerahnya malam.

aku pun rindu nyala api unggun

yang telah menemani kita

membangun mimpi-mimpi dan harapan

di antara keheningan bintang-bintang

‘tuk menggapai keagungan malam.

tegasku:

kita harus kembali ke ibukota!

tanah di mana kita lahir dan terusir.

kawah ratu, gunung salak, 2001

-pada semua mimpi yang mungkin telah kita lupakan-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s