di balik kaca jendela yang pecah

stasiun senen,

puluhan pemuda memendam harapan:

petualangan, keindahan, kepuasan, kebanggaan.

stasiun senen,

anak-anak kecil bermain dengan mimpi-mimpi:

surga yang ibu ceritakan, taman yang indah,

peri yang baik hati.

pemuda-pemuda dan ransel di punggung

anak-anak kecil dan karung di punggung

: apakah sama beban yang mereka tanggung?

di balik kaca jendela yang pecah

: aku ragu dengan cinta kita.

–minggu, 24 juni 2007–

saat kereta matramaja melaju

bersama keringat dan do’a yang menguap ke langit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s