Taman Nasional Batang Gadis

UMUM

Dasar Penunjukan :
Keputusan Menteri Kehutanan
Nomor : 126/Kpts-II/2004
Tanggal 29 April 2004 .
Luas :
108.000 Ha
Letak :
Provinsi Sumatera Utara,
Kabupaten Mandailing Natal
Koordinat :
00º 30′ – 01º 02′ LU dan
99º 13′ – 99º 50′ BT

Nama Batang Gadis diambil dari nama sungai utama yang membelah kawasan ini. Sungai Batang Gadis merupakan sungai yang sangat penting sebagai penyedia air yang teratur untuk mendukung kelangsungan hidup dan kegiatan perekonomian utama masyarakat, yaitu pertanian. Keberlangsungan kawasan ini sangat besar artinya bagi kehidupan masyarakat sekitar taman nasional.
Taman Nasional Batang Gadis merupakan kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi. Habitat bagi berbagai jenis mamalia khas Sumatera, dan habitat berbagai jenis burung yang diantaranya merupakan jenis langka dan terancam punah.
Kawasan Taman Nasional Batang Gadis diduga merupakan refugee  atau tempat pengungsian satwa akibat telah hilangnya habitat-habitat di sekitarnya, sehingga taman nasional ini menjadi salah satu pusat koloni hidupan liar bagi daerah lain di koridor keanekaragaman hayati Sumatera
Berdasarkan hasil survei, Taman Nasional Batang Gadis menyimpan keunikan komposisi keanekaragaman hayati dan diduga bahwa kawasan Batang Gadis kemungkinan merupakan zona hibridisasi (pertemuan/ persilangan) dari jenis-jenis satwa khas Sumatera bagian Selatan, Utara dan Timur.

Sejarah Kawasan
Taman Nasional Batang Gadis merupakan gabungan dari beberapa hutan negara yang telah ditetapkan sejak zaman Belanda, yaitu ;
– Hutan Lindung Register 4 Batang Gadis I, kelompok I, II dan III (1921).
– Hutan Lindung Register 5 Batang Gadis II, kelompok I dan II (1921).
– Hutan Lindung Register 27 Batang Natal I (1924).
– Hutan Lindung Register 28 Batang Natal II (1924).
– Hutan Lindung Register 29 Batahan Hulu, (1924).
– Hutan Lindung Register 36 Batang Parlampungan I, (1924).
Atas prakarsa dan dorongan masyarakat serta pemerintah daerah, pada Tahun 2004 Menteri Kehutanan merubah fungsi kawasan ini menjadi Taman Nasional Batang Gadis.

FISIK

Geologi dan Tanah
Kawasan ini dilalui daerah patahan besar sumatera ( Great Sumatran Fault Zone) , khususnya sub-patahan Batang Gadis-Batang Angkola-Batang Toru, dan merupakan daerah vulkanis aktif dengan jenis tanah yang sangat rawan terhadap erosi dan longsor. Secara geologis kawasan ini masuk ke dalam kategori daerah rawan bencana.

Topografi
Kawasan TN Batang Gadis berada pada wilayah yang merupakan pegunungan Bukit Barisan dengan fisiografi dataran perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian antara 300 m dpl sampai dengan 2.145 m dpl (puncak gunung Sorik Merapi).
Iklim kawasan ini termasuk ke dalam tipe iklim A menurut sistem klasifikasi Koppen.

BIOTIK

Ekosistem
Kawasan Taman Nasional Batang Gadis merupakan satu kesatuan ekosistem hutan hujan tropika yang terdiri dari :
– Sub ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah
– Sub ekosistem hutan hujan tropika dataran tinggi
– Sub ekosistem dataran vulkanik.

Flora
Berdasarkan hasil penelitian diperkirakan terdapat 225 jenis tumbuhan berpembuluh ( Vascullar plant ) atau sekitar 1dari seluruh tanaman berpembuluh di Indonesia. Berikut terdapat beberapa jenis tumbuhan yang khas dan mulai langka di daerah Mandailing yaitu bunga padma ( Rafflesia arnoldi), kantong semar ( Nephentes sp), meranti merah ( Shorea  spp), gugusan tegakan bania/bania tanduk ( Shorea leptocladus ), suren ( Toona sureni ), damar laut ( Shorea  spp), kapur ( Dryobalanops spp), agathis ( Agathis  spp) dan lain-lain jenis tumbuhan yang belum diketahui namanya.

Fauna
Sampai saat ini, telah teridentifikasi beberapa fauna yang terdapat di kawasan ini, yaitu :

Mamalia; Terdapat 42 jenis mamalia, dengan status sebagai berikut :
– Terancam punah secara global : 8 jenis, 1 kritis, 2 genting, 5 rentan
– Dilindungi: 22 jenis
– Termasuk daftar CITES: 20 jenis
Jenis mamalia tersebut antara lain Harimau Sumatera ( Panthera tigris ), macan dahan ( Neofelis nebulosa ), anjing hutan ( Cuon alpinus ), kucing emas ( Catopuma temminckii ), kucing batu ( Felis marmorata ), tapir ( Tapirus indicus ), kambing hutan ( Capricornis sumatraensis ), rusa ( Cervus unicolor ), kijang ( Munticus muntjak), beruk ( Macaca nemestrina ), ungko ( Hylobates  sp.), monyet ekor panjang ( Macaca fascicularis ), siamang ( Symphalangus syndactylus ), landak ( Hystrix brachyura ), musang tenggorokan-kuning ( Martes flavigula ), trenggiling ( Manis javanica ), dan beruang madu ( Helarctos malayanus ).

Burung; 247 Jenis burung tercatat di Taman Nasional Batang Gadis dan sekitarnya, dengan status sebagai berikut :
– 7 Jenis terancam punah secara global, 1 kritis, 6 rentan
– 12 jenis mendekati terancam punah
– 16 Jenis migran
– 47 Jenis dilindungi
– 14 Jenis endemik Indonesia, 6 endemik Sumatera
Jenis burung tersebut antara lain burung Schneider pitta  ( Pitta schneider), dan salvador pheasent ( Lophura inormata) yang merupakan jenis langka dan endemik Sumatera , jenis burung  Carpococcyx radiceud (jenis ini beru ditemukan kembali setelah satu abad menghilang), burung baza hitam ( Aviceda leuphotes ) yang merupakan jenis pemangsa pengunjung ( migratory species ), kuok atau sejenis burung merak ( Polyplectron malacense ), burung cucak rawa, burung kuayan, burung murai batu, burung kepodang dan lain-lain jenis burung yang belum diketahui namanya.
Nilai kawasan Taman Nasional Nasional Batang Gadis tersebut semakin penting karena ditemukan sembilan dari sepuluh jenis burung rangkong/hornbill yang ada di Sumatera, yaitu Buceros spp, Anthraceros spp, Anorrhinus spp, dan Aceros spp .

Amphibia; Jenisnya antara lain katak bertanduk tiga ( Megophrys nasuta) , dan sesilia ( Ichtyophis sp), yaitu jenis katak yang tidak bertungkai penghuni bawah permukaan tanah di lantai hutan basah di Sumatera dan Sunda Besar.

Reptil; Jenisnya antara lain king kobra ( Ophiophagus hannah).
Dapat dijumpai pula beberapa jenis kupu-kupu antara lain Ornithoptera sp dan  Troides sp .

WISATA

Potensi wisata alam yang terdapat di kawasan Taman Nasional Batang Gadis antara lain ;
– Keindahan puncak Gunung Sorik Marapi yang memiliki kaldera atau kawah besar gunung berapi dengan keindahan alam yang khas.
– Gua-gua alam dengan keindahan ornamen stalagtit dan stalagmitnya. Terdapat juga gua-gua buatan zaman Jepang yang merupakan bukti pe- ninggalan sejarah.
– Keindahan panorama alam Sopotinjak dan sekitamya.
– Keindahan dan keanekaragaman floral/tumbuhan yang telah berumur ratusan tahun yang terletak di bagian bawah puncak Gunung Sorik Marapi.
– Air panas alami yang mengandung belerang dan dapat dimanfaatkan untuk mandi kesehatan.
Taman Nasional Batang Gadis menyimpan banyak potensi wisata budaya, seperti adat istiadat masyarakat di sekitarnya yang unik dan sangat tradisional. Berapa kegiatan yang dapat dipaketkan menjadi daerah tujuan wisata budaya adalah pesta adat tahunan termasuk tata cara menggunakan pakaian tradisional Mandailing. Kunjungan ke Desa Sibanggor termasuk salah satu paket wisata yang dapat dilakukan. Di Desa ini pengunjung dapat mencermati adat istiadat setempat sambil melihat rumah tradisional mereka yang sebagian besar atapnya terbuat dari ijuk.

Cara mencapai lokasi
Untuk mencapai kawasan Taman Nasional Batang Gadis ada beberapa jalur yang dapat dijadikan pilihan, terutama dari Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Beberapa jalur yang dapat di tempuh, yaitu ;
– Medan-Panyabungan – Taman Nasional Batang Gadis, dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat sekitar 12 jam.
– Padang-Panyabungan – Taman Nasional Batang Gadis, dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat sekitar 6 jam.

PENGELOLAAN

Taman Nasional Batang Gadis merupakan taman nasional baru dan pengelolaannya masih diselenggarakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara II sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan.

Alamat Pengelola
Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara II
Jl. Sisingamangaraja no. 14 Medan
Provinsi Sumatera Utara
Telp/Fax : 061-7860606

Sumber Tulisan:

Pusat Konservasi Alam Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan Republik Indonesia. 50 Taman Nasional Indonesia. Bogor: 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s