Di tengah waktu luang dalam mengerjakan layout majalah, saya dan Kang Pedi berbincang-bincang soal memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia setelah insiden penangkapan pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di wilayah perairan Indonesia 13 Agustus lalu. Menjadi pertanyaan bagi kami, Indonesia konfrontasi langsung dengan Malaysia? Ah, ada-ada saja. Saya pun meminta Kang Pedi untuk menggambarkan hasil perbincangan kami dalam karikatur. Berikut hasilnya.
***
Upinesia vs Wayangesia: David Bekam ngabuburit sama Rembo main perang-perangan.
***
Pemimpin yang sering berbeda dengan aspirasi rakyatnya. Pemimpin yang ramah atau Rakyat yang pemarah?
***
Meski tak pernah bertemu, meski sedikit terkontaminasi oleh apa yang dikatakan Ibnu Khaldun sebagai dosa sejarah (kemewahan, kesombongan, kerakusan), kami kok rindu dengan sosok Soekarno, pemimpin terbaik yang pernah dilahirkan di bumi Nusantara.


Semoga perkara ini ditangani dengan baik dan hubungan di antara dua negara dalam keadaan baik sentiasa. Di Malaysia, tiada rakyatnya yang mengadakan tunjuk perasaan marahkan Indonesia, sedangkan kami rasa sedih kerana ada sebahagian rakyat di negara jiran yang membakar bendera kami di saat kami sedang dalam ‘mood’ menyambut hari kemerdekaan.
Ianya amat mengguris perasaan, sedangkan saya fikir terlalu ramai rakyat Indonesia yang mencari rezeki di Malaysia. Haruskah “madu dibalas dengan tuba”?
Ya. Semoga bisa baik-baik saja.
“Madu dibalas dengan tuba”? Pertanyaan yang sama dari kami, apabila kita membaca sejarah hubungan kedua negara. Haruskah “madu dibalas dengan tuba”?