Basri Hasan : Semoga Esemka Tidak Bernasib Sama

Sahabat-sahabatku yth.,

Seminggu terakhir ini saya antusias mengikuti berita heboh mengenai mobil bikinan anak-anak SMK di Solo, yang dikritik habis oleh sebagian pejabat pemerintah Indonesia.
Ini membawa kenangan saya kembali ke periode 2004 – 2007 ketika kami berusaha dan hampir berhasil membangun Industri HOVERCRAFT, tapi berhasil dengan sukses dimatikan justru oleh pejabat-pejabat yang sesungguhnya sangat bisa membantu merubah sejarah otomotif Indonesia, tapi memilih untuk bersikap sebaliknya.
Pejabat Indonesia yang visioner dan mengambil tindakan sangat berani saat itu ialah KASAL Laksamana Slamet Soebijanto. Begitu diangkat jadi KASAL, beliau mengumumkan pembelian 4 (empat) buah HOVERCRAFT “buatan putera-putera Bangsa Indonesia”, yaitu kami, yang baru k.l. tiga minggu sebelumnya memberikan presentasi mengenai HOVERCRAFT yang akan kami bangun di depan Wagub Lemhanas beserta jajarannya.
Saat itu, kami malah sama sekali tidak tahu kalau Wagub Lemhanas yang menerima presentasi kami ini akan menjadi KASAL! Dan meskipun penerimaan beliau dan timnya amat-sangat simpatik dan penuh respek, tidak terlihat tanda-tanda bahwa beliau akan menuliskan sejarah di Republik Indonesia ini.
Tentu saja ini menimbulkan kegemparan di mana-mana, mulai dari pejabat-pejabat TNI AL sendiri, maupun (atau terutama???) dari para rekanan TNI AL sendiri, yang seperti biasa di dunia bisnis, menganggap pendatang baru sebagai saingan yang akan mengambil sebagian besar porsi lahan mereka!
Resistensi berat pertama yang kami dapat ialah dari dalam TNI AL sendiri. Continue reading

10 Trik Menciptakan Perpustakaan Pribadi di Rumah

Kini, perpustakaan pribadi di rumah tak lagi milik para ilmuwan yang gemar mengoleksi buku serta jurnal mereka saja. Pada era entrepreneurship seperti sekarang ini, perpustakaan pribadi juga layak menghiasi rumah entrepreneur. Tak hanya berfungsi sebagai ruang menyimpan sejumlah buku, perpustakaan pribadi juga dapat berfungsi sebagai ruang kerja yang nyaman serta tempat relaxing untuk menghilangkan penat. Lalu bagaimana menciptakan perpustakaan pribadi seperti itu di rumah? Berikut adalah tipsnya seperti dikutip dari laman eHow.

  1. Lokasi: tergantung layout serta luas rumah Anda. Pilih area yang tak sering dilalui orang. Sebuah ruang yang ideal dengan akses pintu menuju kamar tidur Anda atau ke taman yang sejuk.
  2. Jumlah buku: konsep perpustakaan pribadi masing-masing orang bisa berbeda. Sebagian ingin perpustakaan yang bisa menyimpan semua buku-buku mereka, sementara sebagian ingin perpustakaan yang terlihat tenang dan damai. Sebelum membangun perpustakaan pribadi, hitung dahulu total keseluruhan buku yang Anda miliki lalu tentukan konsepnya. Apakah rak besar yang menjunjung tinggi hingga ke langi-langit diperlukan atau tidak. Jika ruang Anda terbatas, lebih baik pakai rak buku yang menempel di dinding dengan sentuhan modern. Continue reading

Kontroversi Halal-Haram Vaksin Imunisasi

Program Imunisasi untuk Balita

Sejak 18 Oktober sampai 18 November 2011, pemerintah mencanangkan program imunisasi untuk balita. Program imunisasi di Indonesia, khususnya lima imunisasi dasar seperti polio, campak, hepatitis B, tetanus dan BCG diharapkan mencapai 100 % pada 2014.

Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, meskipun Indonesia sejak tahun 1990 telah mencapai status Universal Child Immunization (UCI) , yakni tahap di mana cakupan imunisasi di suatu tingkat administrasi telah mencapai 80 % atau lebih,  masih ada tantangan untuk mewujudkan 100% UCI desa/kelurahan pada 2014.

Salah satu tantangannya, kata Menkes, adalah partisipasi masyarakat masih rendah. Diduga  dikarenakan masih adanya anggapan yang salah tentang efek samping imunisasi. Hal itu diungkapkan Menkes pada pertemuan koordinasi dalam rangka persiapan tahun 2012 sebagai tahun intensifikasi imunisasi rutin dan kampanye imunisasi tambahan campak dan polio 2011 di 17 provinsi, di Jakarta. Continue reading

Idul Qurban dan Semangat Anti-Korupsi

Jika dikumulatifkan, ritual ibadah haji dan qurban meminta pengeluaran potensi umat Islam dalam jumlah yang relatif sangat besar. Sayangnya, potensi yang dikeluarkan masih belum berbanding lurus dengan manfaat yang didapat, baik bagi pribadi muslim secara perorangan maupun secara bersama-sama. Salah satu indikasinya, korupsi masih merajalela di tengah kehidupan bangsa Indonesia dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia.

***

Potensi umat Islam di Indonesia yang sangat besar dalam ibadah haji dan qurban, sepertinya masih terbuang sia-sia, belum menjadi enerji yang dahsyat dalam menggerakkan kehidupan umat Islam menuju kejayaan seperti pada masa lampau.

Secara sederhana, salah satu hal yang mengindikasikan ke arah itu adalah adanya keprihatinan dari sebagian besar umat Islam melihat kenyataan bahwa dengan telah melaksanakan ibadah haji dan berqurban, ternyata masih belum mampu merubah perilaku dan gaya hidup sebagian besar umat Islam, baik secara perorangan maupun secara berjamaah atau bermasyarakat. Sedang umat Islam yang berhaji dan berqurban setiap tahunnya menunjukkan adanya peningkatan. Continue reading

Memberantas Korupsi dengan Pendidikan Karakter ala Nabi Ibrahim dan Ismail a.s.

Kasus korupsi yang kini menjalar ke berbagai lapisan elemen bangsa sesungguhnya telah dilakukan sejak lama. Jika kita menyimak sejarah perjalanan bangsa ini, maka kita akan melihat dua rezim yang ditumbangkan oleh gerakan rakyat yang tidak tahan menyaksikan perilaku korup para pemimpinnya. Terlepas dari kudeta merangkak yang dilakukan oleh militer, rezim Orde Lama dengan tokoh sentral Sang Proklamator – Sukarno harus rela menyerahkan kekuasaannya setelah gelombang aksi massa dari berbagai elemen masyarakat tak henti-hentinya menuntut perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik. Selanjutnya, rezim Orde Baru dengan tokoh sentral Soeharto juga harus tunduk pada perlawanan rakyat dalam gerakan reformasi yang mengusung perlawanan terhadap Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta otoritarianisme penguasa.

Dengan mengambil pelajaran dari sejarah itu, maka pemberantasan korupsi menjadi agenda penting yang harus ditegakkan oleh para pemimpin di era reformasi sekarang ini. Pada dasarnya, kesadaran akan bahaya dari tindak korupsi ini telah direspon oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan ketetapan MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Ketetapan MPR ini ditindaklanjuti dengan melahirkan UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Kemudian muncul lagi UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang menjadi Undang-Undang No 20 tahun 2001. Amanah UU ini kemudian melahirkan suatu komisi independen yang disebut dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti yang kita kenal saat ini. Continue reading

Revolusi Timur Tengah dan Kepentingan Dunia Barat

Gelombang Revolusi : Dari Tunisia hingga Libya

Gelombang revolusi Islam di Timur Tengah bermula dari Revolusi Tunisa yang dipicu oleh seorang tukang sayur bernama Muhammad Bouazizi, berumur 26 tahun. Bouazizi  adalah simbol pemuda tertindas di wilayah Sidi Bouzid Sidi, 300 kilometer sebelah selatan ibukota Tunisia. Revolusi Tunisia meledak ketika Bouazizi tidak tahan melihat kedzaliman rezim tiran Tunisia atas dirinya dan rakyatnya. Dia pun menuangkan bahan bakar ke tubuhnya dan membakar dirinya sendiri, tak jauh dari pusat kekuasaan negerinya. Ternyata Bouazizi tidak hanya membakar dirinya tetapi juga telah membakar amarah seluruh rakyat Tunisia atas rezim yang berkuasa. Rezim yang dianggap diktaktor di Tunisia, Ben Ali pun akhirnya tumbang. Tanpa disadarinya, Bouzazizi telah memicu gelombang revolusi yang akan menggulung penguasa lainnya di Timur Tengah.

Revolusi Tunisia telah memicu solidaritas warga di dunia Arab, terutama umat Islam yang muak dengan sistem pemerintahan diktaktor dan sekuleristik yang selama ini diterapkan. Setelah Tunisia, gelombang revolusi merembet ke Mesir dan berhasil menggulingkan rezim Husni Mubarak.

Gelombang revolusi meluas ke Suriah dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Setelah PM Turki mengecam kebrutalan aparat keamanan Suriah terhadap para demonstran dan rakyat sipil Suriah, sejumlah ulama senior di Arab Saudi menyatakan dukungannya terhadap rakyat Suriah. Continue reading

Hari Ini, Satu Tahun Yang Lalu

Dalam hidup ini banyak hal yang tidak dapat kita duga dengan pasti. Rejeki, jodoh, dan ajal. Tapi, ketidakpastian akan hal itu justru membuat hidup menjadi begitu bergairah. Saya tidak dapat membayangkan orang yang dapat hidup dengan segala kepastian atas tiga hal itu. Ah, betapa membosankannya, tanpa rasa lelah dalam mencari, tanpa rasa bimbang dalam memilih, dan tanpa rasa takut akan datangnya waktu ajal yang begitu manusiawi.

Menjalani hidup dalam ketidakpastian itu sungguh mengasyikkan. Hari-hari seperti sebuah petualangan mengungkap misteri. Dan, siapa sangka seseorang dengan jarak yang begitu jauh dan tidak pernah saling mengenal pada tahun-tahun sebelumnya, kini mereka sedang memadu kasih, menjalin asmara, dan berharap dapat membangun keluarga bahagia dalam tali ikatan pernikahan. Begitu cepat, dan tidak pernah terduga. Hemm, betapa indahnya ketika kehidupan tetap menyimpan misterinya sendiri. Dan kita mesti mengungkap misteri hari esok hanya dengan satu cara, menjalaninya.

Seperti satu tahun yang lalu, kamu tidak pernah tahu pasti apakah kamu dapat menapaki Mahameru atau tidak. Tapi, kamu berhasil mengungkap ketidakpastian dengan terus menjalaninya. Dengan rasa lelah, dengan rasa bimbang, dengan rasa takut.

Hari ini, satu tahun yang lalu, kamu ingat? Continue reading

Pasca Ramadhan: Kembali Suci, Bersih dari Korupsi?

Ramadhan adalah bulan pelebur dosa sekaligus bulan tarbiyah untuk membentuk manusia yang bertaqwa. Sebab itu, usai Ramadhan sering terucap harapan semoga diri kembali menjadi suci di hari yang fitri. Layaknya bayi yang terlahir suci dari dosa-dosa duniawi. Tapi hingga Ramadhan berlalu, kita justru masih disuguhkan dengan berita tindak pidana korupsi yang disinyalir melibatkan banyak petinggi negeri.

***

Melihat kehidupan keagamaan dan fenomena kehidupan bernegara di Indonesia memang cukup memprihatinkan. Nilai-nilai agama terasa semakin jauh ditinggalkan oleh para elit politik, yang tersisa hanyalah jargon politik dan ritualitas pemanis citra belaka. Lihat saja, meskipun mayoritas beragama Islam, peringkat korupsi di Indonesia justru tergolong tinggi.

Ramadhan demi Ramadhan yang telah lewat seakan-akan tidak diserap sarinya untuk mencapai derajat taqwa.  Yang semakin terlihat jelas dari tahun ke tahun, korupsi justru merajalela.  Kasus-kasus korupsi yang menumpuk dan belum terselesaikan oleh KPK, terus bertambah dengan munculnya kasus-kasus korupsi baru. Continue reading

Balada Bebunyian

daun-daun bergesekan ditiup angin, lalu lahirlah bebunyian..

angin merasa bertanggungjawab atas bebunyian yang lahir, maka dibawanya bebunyian dalam hembusannya..

bebunyian yang telah dewasa merasa bahwa ia jugalah makhluk yang harus bertanggungjawab atas dirinya, maka berdirilah ia di daun telinga manusia, lalu menggetarkan gendang telinga manusia..

menjadi apakah bebunyian di telingamu?..

aku merasa bebunyian telah menjadi nyanyian penyemangat untuk berdiri tegak di dalam buaian angin kehidupan yang tak tentu arah..!